Kupang, inihari.co- Memasuki musim hujan dengan curah yang semakin meningkat, Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, meminta Pemerintah Kota Kupang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia mengingatkan bahwa kasus DBD kerap muncul setiap musim penghujan dan perlu diantisipasi sejak dini.
Menurut Dance, Kota Kupang memiliki pola kasus DBD yang cenderung meningkat pada awal tahun. Data Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat, pada Januari 2025 terdapat 35 kasus DBD dengan satu kasus kematian. Kondisi ini, meski lebih rendah dibanding Januari 2024 yang mencapai 170 kasus, tetap harus menjadi perhatian serius.
“Harus ada kewaspadaan dari pemerintah dan juga masyarakat,” ujar Dance, Selasa (16/12/2025).
Ia menilai penurunan kasus bukan alasan untuk mengendurkan langkah antisipatif. Pemerintah Kota Kupang diminta tetap melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan permukiman yang rentan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Dance menegaskan, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Sosialisasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengelolaan lingkungan disebut menjadi kunci utama dalam menekan risiko penularan DBD.
Selain langkah pencegahan, ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas layanan kesehatan. Mulai dari RSUD S.K. Lerik hingga seluruh puskesmas, menurut Dance, perlu meningkatkan sarana dan prasarana agar mampu menangani kasus DBD dengan cepat dan efektif.
“Dinas Kesehatan perlu antisipasi, karena bulan-bulan seperti ini DBD pasti terjadi dan ini serius,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang itu.
Dance juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien DBD. Dengan demikian, kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan ruang perawatan, dan kelengkapan alat medis menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.
Di sisi lain, ia menekankan peran masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD. Kebiasaan menjaga lingkungan, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menutup dan membersihkan tempat penampungan air, diingatkan sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
“Masyarakat harus mulai dari hal kecil, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan serta meminimalkan potensi berkembangbiaknya nyamuk penyebar DBD,” ujar Dance.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat bergerak bersama dalam menekan peningkatan kasus DBD, sehingga Kota Kupang dapat menghadapi musim penghujan dengan lebih aman dan waspada. (Yantho Sulabessy Gromang)




Discussion about this post