Kupang, inihari.co- Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (20/02/2026). Kegiatan ini merupakan agenda resmi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan.
Reses tersebut dihadiri Camat Maulafa, tokoh masyarakat, para ketua RT dan RW, serta warga setempat. Dalam suasana dialogis dan tertib, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari layanan kesehatan hingga kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah Kelurahan Maulafa.
Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Maulafa, Fandi Zakarias, secara khusus menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan BPJS Kesehatan gratis bantuan pemerintah. Ia menilai masih banyak warga kurang mampu yang belum terdata sebagai penerima manfaat, sementara kebutuhan layanan kesehatan bersifat mendesak.
Menanggapi hal itu, Jemari Yoseph Dogon menegaskan bahwa pemenuhan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan harus menjadi prioritas pemerintah. Ia berkomitmen mengawal validasi data penerima manfaat serta mendorong koordinasi antara kelurahan dan instansi terkait agar tidak ada warga rentan yang terlewat dari program BPJS Gratis.
Dalam kesempatan tersebut, Dogon juga memaparkan upayanya di lembaga legislatif untuk mendorong penguatan anggaran sebesar Rp500 juta per kelurahan pada tahun anggaran 2027. Menurutnya, keadilan fiskal di tingkat kelurahan menjadi prasyarat penting bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dogon menjelaskan, jika Alokasi Dana Desa (ADD) dapat diperkuat secara konsisten, maka Alokasi Dana Kelurahan (ADK) juga memiliki dasar yang kuat untuk diperjuangkan. Ia menilai kesenjangan anggaran antara desa dan kelurahan perlu disikapi secara objektif agar kelurahan memiliki ruang fiskal yang memadai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Terkait aspirasi pemasangan lampu jalan yang sempat dilakukan penetapan titik dan penggalian lubang namun kemudian dipindahkan, Dogon menilai persoalan tersebut harus diselesaikan secara teknis dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran.
Ia menekankan pentingnya perencanaan matang serta koordinasi lintas instansi, khususnya antara kelurahan dan dinas teknis. Dogon memastikan akan mendorong penetapan kembali titik lampu jalan yang strategis demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.
Perhatian khusus juga disampaikan Dogon terhadap kondisi jalan rusak berat di ruas Jalan HTI yang berada di bawah jalur tanjakan curam dan simpang empat. Ia menilai ruas jalan tersebut sangat vital karena menjadi jalur alternatif utama penghubung Kelurahan Maulafa dan Oebufu.
Dogon menegaskan bahwa kerusakan jalan yang disertai genangan air dan lubang besar sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial warga. Ia berkomitmen membawa persoalan ini ke pembahasan resmi DPRD Kota Kupang dan mendesak penanganan segera dan permanen mengingat tingginya risiko kecelakaan di lokasi tersebut. (Yantho Sulabessy Gromang)




