Pesona Budaya Kupang: Dari Tradisi Menuju Inovasi Global

Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kota Kupang
banner 468x60

Kupang, inihari.co- Kota Kupang kini bergerak maju dengan visi besar: menjadi kota yang berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi fondasi pembangunan kota yang mampu membuka peluang ekonomi dan memperkuat identitas masyarakat.

Momentum Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 menjadi bukti nyata komitmen wali kota dalam memajukan budaya. Dalam pembukaan pameran Pemajuan Kebudayaan Indonesia Kawasan Timur di Hotel Harper Kupang, dr. Christian Widodo hadir mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, menyambut para delegasi budaya dari negara-negara Pasifik. Kehadiran ini menegaskan Kupang sebagai kota yang siap tampil di panggung internasional.

Dr. Christian Widodo menjelaskan bahwa ajang IPACS tidak sekadar pertukaran budaya, tetapi menjadi pintu masuk kerja sama ekonomi dan pertukaran gagasan antarnegara. “Selain pertukaran budaya dan silaturahmi, yang lebih penting adalah ini jadi pintu masuk kerja sama antarnegara Pasifik. Peluang ekonomi dan perdagangan bisa terbuka lewat budaya,” ujarnya.

Sejak 3 November, IPACS 2025 telah menghadirkan program residensi budaya yang melibatkan seniman dari berbagai negara Pasifik. Kegiatan ini memberi ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan interaksi lintas budaya, sekaligus menempatkan Kupang sebagai pusat inovasi seni di kawasan Timur Indonesia.

Pemerintah Kota Kupang juga menampilkan karya seni pelajar SD dan SMP, menegaskan bahwa penguatan karakter generasi muda melalui budaya menjadi salah satu fokus utama pembangunan kota. Anak-anak diajak bangga akan warisan budaya sekaligus berkreasi untuk masa depan.

Selain itu, festival drone dalam gala dinner IPACS menunjukkan bahwa Kota Kupang memadukan tradisi dan inovasi modern. Langkah ini memperkuat kesan Kupang sebagai kota kreatif yang siap memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman budaya.

Dampak kegiatan ini terasa langsung bagi masyarakat. Hotel-hotel penuh, restoran ramai, dan pelaku UMKM bergerak aktif memanfaatkan momentum ekonomi kreatif. “Di mana orang berkumpul, di situ ekonomi bertumbuh,” tegas Wali Kota Christian Widodo.

Masyarakat pun menyambut positif komitmen wali kota. Lusia, pelaku UMKM lokal, mengatakan, “Kegiatan budaya seperti ini membuat kami bangga sekaligus membuka peluang usaha. Banyak tamu datang, kami bisa memperkenalkan produk lokal dan tradisi kita.”

Bapak Andreas, guru seni, menambahkan, “Anak-anak kini bisa belajar sekaligus menampilkan karya mereka di ajang internasional. Ini membentuk karakter generasi muda yang mencintai budaya sendiri.” Ini menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi alat pendidikan karakter sekaligus motivasi kreatif.

Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, juga memuji kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur, mulai dari tarian, musik, kuliner, hingga wastra dengan lebih dari 800 motif tenun. Kupang menjadi wajah Indonesia yang beragam, namun tetap satu, di mata dunia.

Wali Kota Christian Widodo menekankan bahwa budaya adalah jembatan untuk memperkuat konektivitas internasional dan membangun ekonomi lokal. Dengan budaya sebagai fondasi, Kupang mampu menonjolkan diri sebagai kota tujuan wisata budaya sekaligus pusat kreativitas dan inovasi.

Dengan komitmen yang konsisten dan langkah-langkah nyata, Kota Kupang di bawah kepemimpinan dr. Christian Widodo semakin mengukuhkan diri sebagai kota berbudaya dan berkarakter. Budaya menjadi kunci pembangunan, ekonomi kreatif berkembang, dan generasi muda semakin bangga akan warisan lokal, menjadikan Kupang kota masa depan yang inspiratif dan penuh potensi. (Yantho Sulabessy Gromang/Advertorial)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *