Kupang, inihari.co- Persoalan minimnya penerangan di sejumlah titik Kelurahan Kampung Solor, Kecamatan Kota Lama, mendapat respons langsung dari Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Hanura, Mokrianus Imanuel Lay, S.Sos. Dalam reses tahap III Tahun Sidang 2025/2026 di RT 11, Kamis (06/08/2026), Mokrianus langsung mengupayakan pengadaan dua unit lampu jalan beserta perlengkapannya menggunakan dana pribadi.
Langkah tersebut diambil setelah warga menyampaikan kebutuhan penerangan pada area yang masih gelap. Bagi warga, lampu jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keamanan lingkungan ketika aktivitas masyarakat berlangsung pada malam hari.
Mokrianus mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan yang dapat segera ditangani. Menurutnya, tidak semua persoalan masyarakat harus menunggu proses penganggaran apabila terdapat kebutuhan mendesak yang dapat dibantu secara langsung.
“Kalau ada yang bisa kita bantu dan sifatnya mendesak, saya akan berusaha membantu. Ini bukan berarti semua persoalan bisa saya selesaikan sendiri, tetapi sebagai wakil rakyat saya tidak boleh menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, warga RT 14 juga meminta Mokrianus membantu berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Kota Kupang untuk memfasilitasi kebutuhan air bersih. Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah dan pihak terkait.
Aspirasi lainnya datang dari warga yang membutuhkan bantuan sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha UMKM. Warga juga mengusulkan bantuan berupa kereta dan tenda jualan untuk mendukung aktivitas usaha mereka.
Sementara warga RT 09, RT 10, dan RT 11 meminta pembangunan lubang serapan air. Saat hujan, air kerap menggenangi badan jalan dan menghambat aktivitas pejalan kaki maupun pengendara. Dalam kondisi tertentu, air bahkan meluap hingga masuk ke rumah warga.
Masalah minyak tanah turut menjadi perhatian. Warga meminta pemerintah turun tangan mengatasi kelangkaan minyak tanah, termasuk melakukan pengawasan terhadap pangkalan yang diduga tidak menjalankan distribusi secara tertib. Warga juga meminta dilakukan inspeksi terhadap pengecer yang menjual minyak tanah dengan harga tinggi.
Mokrianus menyatakan akan membawa persoalan tersebut dalam koordinasi bersama pemerintah dan pihak terkait. Ia menilai pengawasan distribusi harus dilakukan agar masyarakat memperoleh minyak tanah sesuai ketentuan dan tidak dirugikan oleh praktik penjualan dengan harga yang tidak wajar.
Ia menegaskan seluruh aspirasi warga akan menjadi bagian dari catatan reses untuk diperjuangkan melalui kewenangan DPRD. Namun, untuk kebutuhan yang dapat ditangani segera, Mokrianus memilih mengambil langkah langsung. Pengadaan dua lampu jalan beserta perlengkapannya dari dana pribadi menjadi salah satu bentuk responsnya terhadap aspirasi warga Kampung Solor. (Yantho Sulabessy Gromang)




