Golkar Kota Kupang Gebrak Konsolidasi, Muscam Serentak Enam Kecamatan Jadi Tonggak Baru Kepemimpinan Randi Daud

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Gelombang konsolidasi Partai Golkar di Kota Kupang mulai bergerak semakin kuat. Di bawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang, Randi Daud, S.ST., konsolidasi organisasi dikebut hingga ke akar rumput melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) serentak di enam kecamatan.

Muscam yang digelar Sabtu (19/09/2026) di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Kupang itu menjadi salah satu momentum penting setelah Musyawarah Daerah (Musda) menetapkan Randi Daud sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang periode 2026–2031.

Enam kecamatan yang melaksanakan Muscam secara serentak yakni Alak, Kota Lama, Kota Raja, Oebobo, Maulafa, dan Kelapa Lima.

Sekitar 200 peserta memadati kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 56 pengurus DPD, termasuk Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Kupang Trofimus Makandolu, S.H., Bendahara DPD Partai Golkar Kota Kupang, Yoseph Mario Sonbay, serta Anggota Fraksi DPRD Kota Kupang yang terdiri atas Ketua Tellendmark Judently Daud, S.Sos., Wakil Ketua Yafet Yeferson Horo, Sekretaris Muhammad Ikhsan Darwis, dan Anggota Jemari Yoseph Dogon, S.E. Selain itu, hadir enam pimpinan kecamatan bersama sekretaris, 51 pimpinan kelurahan bersama sekretaris, serta sejumlah simpatisan.

Suasana konsolidasi berlangsung dalam semangat kebersamaan. Muscam serentak itu seolah menjadi panggung besar yang memperlihatkan bagaimana mesin organisasi Golkar Kota Kupang mulai kembali dipacu dari pusat hingga lapisan paling bawah.

Membuka Muscam, Randi Daud menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan pemegang hak suara yang sebelumnya memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Golkar Kota Kupang.

Bagi Randi, kepercayaan tersebut bukan sekadar amanah organisasi, melainkan energi besar yang harus diterjemahkan dalam kerja bersama.

“Mari kita tetap solid, bekerja bergandengan tangan, bersama-sama membesarkan dan menyukseskan Partai Golkar,” kata Randi.

Ia mengatakan, Muscam merupakan bagian dari proses penataan sekaligus penyegaran kepengurusan.

Langkah tersebut bahkan dilakukan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan hingga akhir Oktober 2026.

Percepatan itu menjadi sinyal bahwa konsolidasi organisasi tidak ingin berjalan seperti roda yang lambat berputar. Struktur partai justru didorong bergerak cepat, menyentuh seluruh penjuru Kota Kupang hingga ke tingkat kelurahan.

Setelah kepengurusan di enam kecamatan terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan ke 51 kelurahan di Kota Kupang.

Muscam serentak menghasilkan sejumlah perubahan kepemimpinan di tingkat kecamatan.

Di Kecamatan Alak, Yafet Yeferson Horo digantikan Arifuddin Sidin.

Di Kecamatan Kota Lama, posisi yang sebelumnya ditempati Randi Daud diteruskan Piter Tode Solo.

Sementara di Kecamatan Maulafa, Petrus Adi Frans dipercaya menggantikan John Adoe.

Di Kecamatan Oebobo, Joni Edison Amtaran dipercaya menggantikan Yermi Haning.

Adapun di Kecamatan Kota Raja, Yan Markus Uru Hue tetap dipercaya melanjutkan kepemimpinannya.

Hal serupa terjadi di Kecamatan Kelapa Lima. Petrus Ndolu tetap dipercaya menakhodai kepengurusan Golkar di wilayah tersebut.

Pergantian dan keberlanjutan kepemimpinan itu menjadi warna tersendiri dalam Muscam. Ada wajah baru yang muncul membawa energi baru, sementara sejumlah pemimpin lama tetap mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kerja organisasi.

Muscam sementara dipimpin Yermi Haning, sebelum kemudian diserahkan kepada Tellendmark Daud untuk melanjutkan jalannya persidangan hingga selesai.

Hadir pula Ketua Panitia Muscam, Joni Nofrin Edison Amtaran, yang turut mengawal pelaksanaan agenda konsolidasi tersebut.

Randi menegaskan, Muscam bukan garis akhir. Sebaliknya, forum tersebut merupakan pintu gerbang menuju pekerjaan organisasi yang jauh lebih besar.

Ia meminta pengurus baru segera menerjemahkan hasil Muscam ke dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

“Saya berharap setelah Muscam ini seluruh kader semakin solid. Kita bekerja bersama, bergandengan tangan, menjaga komunikasi dan membangun Partai Golkar dari tingkat kecamatan sampai kelurahan,” katanya.

Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kupang ini, kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui struktur dan jabatan. Komunikasi, konsolidasi dan kaderisasi harus menjadi denyut yang terus menghidupkan organisasi.

“Jangan berhenti di Muscam. Setelah ini kita langsung bekerja. Konsolidasi, kaderisasi dan seluruh agenda organisasi harus berjalan,” ujar Randi.

Muscam serentak enam kecamatan tersebut menjadi babak lanjutan kepengurusan Randi Daud setelah sebelumnya membentuk kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Kupang.

Kini, arah konsolidasi bergerak semakin dekat ke akar rumput.

Dari enam kecamatan, langkah berikutnya akan menjangkau 51 kelurahan. Dengan demikian, struktur organisasi Golkar Kota Kupang diproyeksikan semakin terkonsolidasi dari tingkat DPD, kecamatan hingga kelurahan.

Muscam serentak itu pun menjadi momentum yang menggambarkan tekad kepengurusan baru untuk menghidupkan kembali denyut organisasi di seluruh wilayah Kota Kupang.

Bagi Golkar Kota Kupang, Sabtu itu bukan sekadar hari pelaksanaan Muscam. Forum tersebut menjadi salah satu pijakan awal untuk menggerakkan roda organisasi menuju periode kepemimpinan 2026–2031 dengan semangat konsolidasi, kaderisasi dan kerja bersama. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *