Kupang, inihari.co- Kegiatan reses anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Yeferson Horo, di Kelurahan Namosain berlangsung penuh makna. Dalam kunjungan di dua titik, yakni RT 27 dan RT 28 RW 07, Yafet tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga membawa bantuan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam suasana kekeluargaan, Yafet menyerahkan satu unit hand breaker untuk digunakan sebagai alat bantu penggalian liang kubur bagi warga setempat. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap tradisi gotong royong di tengah duka, di mana masyarakat kerap mengalami kesulitan ketika harus menggali tanah secara manual saat ada warga yang meninggal dunia.
“Bantuan ini sederhana, tetapi penting. Saya ingin agar ketika ada keluarga yang berduka, warga tidak lagi kesulitan karena keterbatasan alat. Semangat kebersamaan itu yang harus terus kita rawat,” ujar Yafet, Kamis (30/10/2025).
Bantuan tersebut adalah murni inisiatif pribadi Yafet Yeferson Horo dengan menggunakan anggaran sendiri, sebab dana reses tidak bisa digunakan untuk pembelian alat bantuan karena tidak sesuai peruntukannya.
Selain bantuan alat, Yafet juga menaruh perhatian besar terhadap akses layanan kesehatan bagi warga kurang mampu. Ia membantu memfasilitasi pengurusan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar masyarakat yang berhak dapat memperoleh jaminan kesehatan dari pemerintah.
“Tidak boleh ada warga yang jatuh sakit tanpa perlindungan. Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar pengajuan BPJS PBI bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dialog dengan warga berlangsung terbuka dan penuh antusiasme. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan hingga pelayanan publik yang lebih adil. Warga menilai langkah Yafet menunjukkan kepedulian seorang wakil rakyat yang tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga bertindak nyata.
Salah satu tokoh masyarakat, Denso, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas perhatian Yafet kepada warga Namosain.
“Kami sangat menghormati Bapak Yafet. Beliau datang bukan untuk formalitas, tapi benar-benar mendengar dan membawa solusi. Itu yang kami rasakan,” tutur Denso.
Kegiatan reses ditutup dengan doa bersama dan harapan agar berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Kupang.
“Bagi saya, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang dialog untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat secara nyata,” pungkas Yafet Yeferson Horo. (Yantho Sulabessy Gromang)




