BuanaMart Hadir sebagai Solusi Bagi Petani, UMKM, dan Toko Ritel di NTT

Foto Bersama: Kepala Kantor PT BBS Wilayah Provinsi NTT - Isyanto Ufi (Kiri Foto) mendampingi Presiden Direktur PT BBS (Jas Hitam)
banner 468x60

Kupang, inihari.co- Dalam upaya mendorong transformasi digital di sektor ekonomi kerakyatan, PT Buana Batara Suci (BBS) melalui BuanaMart resmi hadir sebagai platform terpadu yang dirancang khusus untuk membantu petani, toko offline/minimarket, serta pelaku UMKM dalam mengelola penjualan, logistik, hingga manajemen bisnis secara lebih efisien.

BuanaMart tidak hanya menjadi wadah transaksi jual beli, melainkan juga berperan sebagai jembatan yang menghubungkan produsen, pengecer, dan konsumen dalam satu ekosistem digital terintegrasi. Melalui sistem ini, petani bisa menjual hasil panen secara langsung, toko dan minimarket memperoleh pasokan barang dengan harga kompetitif, sementara UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dengan dukungan teknologi digital.

Fitur-Fitur Unggulan BuanaMart:

1. Platform Digital Terintegrasi. BuanaMart menyediakan aplikasi dan situs web yang memudahkan petani, pelaku UMKM, dan pemilik toko untuk saling terhubung. Petani dapat menjual hasil panen tanpa banyak perantara, toko memperoleh stok barang dengan cepat dan terjamin, sedangkan UMKM dapat memasarkan produknya secara lebih luas dengan sistem yang transparan.

2. Manajemen Penjualan Modern. Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat memantau penjualan harian, mingguan, hingga bulanan. Fitur katalog produk dengan foto, harga, dan deskripsi turut mendukung pengalaman belanja yang lebih informatif, serta sudah terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran, mulai dari transfer bank, e-wallet, hingga COD.

3. Logistik & Distribusi Efisien. BuanaMart memiliki sistem distribusi terjadwal dengan dukungan armada logistik, memungkinkan pengiriman lebih cepat dan biaya transportasi lebih murah. Setiap pesanan dapat dipantau secara real-time melalui fitur tracking order.

4. Dukungan Petani & UMKM. Tidak hanya soal distribusi, BuanaMart juga hadir dengan program edukasi digitalisasi bisnis, pelatihan manajemen usaha, serta akses pembelian bahan baku pertanian dengan harga bersaing. Bahkan, BuanaMart berupaya memperluas akses pasar hingga tingkat nasional.

5. Sistem Pembayaran & Keuangan. Dengan sistem pembayaran yang fleksibel, pelaku usaha dapat memantau arus kas melalui laporan keuangan otomatis. Ke depan, BuanaMart juga menyiapkan layanan akses permodalan bekerja sama dengan lembaga keuangan mitra.

6. Analitik & Data Bisnis. Fitur analitik membantu pelaku usaha membaca tren permintaan pasar, mengetahui produk terlaris, serta menyusun strategi bisnis berbasis data yang lebih akurat.

Dengan ekosistem tersebut, BuanaMart membawa manfaat langsung bagi semua pihak. Petani memperoleh harga lebih baik tanpa bergantung pada tengkulak, UMKM terbantu dalam digitalisasi usaha dan akses pasar lebih luas, toko dan minimarket lebih mudah mendapatkan stok dengan harga kompetitif, sementara konsumen bisa memperoleh produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Dengan visi membangun ekosistem digital yang inklusif, BuanaMart diharapkan menjadi katalisator dalam memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendorong daya saing nasional di era transformasi digital.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), di bawah kepemimpinan Isyanto Ufi selaku Kepala Kantor PT BBS Wilayah Provinsi NTT, telah terbentuk 22 kantor cabang di 22 kabupaten/kota. Hingga kini, sebanyak 65 gerai BuanaMart siap dibangun di berbagai daerah. Kehadiran gerai-gerai ini diharapkan menjadi pusat layanan modern bagi petani dan pelaku UMKM agar lebih mudah terkoneksi dengan pasar.

“BuanaMart hadir bukan hanya sebagai aplikasi digital, tetapi juga sebagai solusi nyata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan hadirnya gerai di NTT, kami ingin produk-produk masyarakat bisa dipasarkan lebih luas dan para pelaku usaha mendapatkan akses yang lebih mudah,” ujar Isyanto Ufi, Rabu (03/09/2025).

Menurutnya, kehadiran BuanaMart di NTT menargetkan terciptanya ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadiran 65 gerai diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi hasil pertanian lokal untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *