Kupang, inihari.co- Sebagai bank milik pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau Bank NTT tidak hanya fokus mengejar profit, namun juga senantiasa ikut berperan meningkatkan perekonomian daerah, termasuk melalui upaya penyejahteraan masyarakat NTT melalui program-program strategis.
Salah satu program strategis pro rakyat dari Bank NTT yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah program Kredit Merdeka yang ditujukan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan program ini, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mendapat modal usaha tambahan sebesar 10 juta rupiah.
Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) Bank NTT Kota Kupang, Boy Reynaldo Nunuhitu yang ditemui di ruangannya pada Senin, (01/11/2021) siang, mengatakan, keunggulan dari produk Kredit Merdeka adalah memiliki bunga Nol Persen, Tanpa Agunan atau barang jaminan, dan Jangka Waktu Pengembaliannya mencapai Satu Tahun.
“Syarat-syarat untuk menjadi penerima manfaat program Kredit Merdeka Bank NTT adalah harus memiliki KTP Suami Isteri, memiliki Kartu Keluarga, punya izin usaha dari pihak kelurahan, dan usahanya harus terlihat agar bisa dinilai,” katanya.
Dirinya menjelaskan, proses pencairan dana untuk calon penerima manfaat Kredit Merdeka Bank NTT juga tanpa analisa yang panjang dan berbelit-belit. Hanya dengan memenuhi syarat serta sesuai ketentuan yang berlaku dari Bank, yakni tidak tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penunggak pada kredit atau pinjaman lain, maka calon penerima manfaat sudah bisa menjadi penerima manfaat.
Proses pengurusan pencairan juga tidak memakan waktu yang lama. Jika semua syarat dan ketentuan dan Bank NTT terpenuhi oleh calon penerima manfaat maka dalam sehari dana tersebut sudah bisa dicairkan. Bahkan diakui, dana bisa dicairkan hanya dalam tempo waktu 1 jam jika semua syarat dan ketentuan yang dimiliki lengkap. “Kami bahkan mendatangi mereka ke rumah atau tempat usaha, agar dalam mengurus Kredit Merdeka, aktivitas usaha mereka tidak terganggu,” lanjutnya.
Menurut Boy Reynaldo Nunuhitu, Kredit Merdeka Bank NTT sampai saat ini terus mendapat antusias yang luar biasa bagi masyarakat NTT, termasuk warga Kota Kupang. Sudah banyak UMKM di Kota Kupang yang mengajukan diri sebagai penerima manfaat. Dan sampai saat ini sedikitnya seribu UMKM di Kota Kupang telah menjadi penerima manfaat dari program Kredit Merdeka Bank NTT. Kredit Merdeka ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah Provinsi NTT dan OJK.
“Jadi tujuan utama dari program ini adalah menjauhkan masyarakat pengusaha UMKM dari rentenir. Kota Kupang sendiri sedikitnya sudah seribu orang atau UMKM yang terdiri dari Papalele, Pedagang di Pasar, Pengrajin Tenun, Penjual Gorengan, Ojek , Penjual Ikan dan Penjual Sayur Keliling telah menjadi debitur atau penerima manfaat program ini,” ujarnya.
Boy Reynaldo Nunuhitu mengaku, sampai hari ini tingkat kemacetan pengembalian dari debitur sangat kecil, yakni hanya 0,001 persen atau satu orang dari seribu peminjam. Peminjam yang mengalami kemacetan itu dikarenakan bencana Seroja bulan Mei lalu yang mengakibatkan rumah dan tempat usahanya hancur diterjang badai.
“Namun kami terus berkomunikasi dengannya. Dirinya juga memiliki inisiatif baik untuk tetap mengembalikan pinjamannya yang berjumlah 2 juta rupiah,” katanya.
Diceritakan, dalam acara Penerima Dedikasi Award dari Bank NTT, salah seorang penerima manfaat Kredit Merdeka yang berasal dari KCU Bank NTT Kota Kupang, terpilih sebagai Tiga terbaik untuk seluruh NTT. Hal itu dikarenakan Ibu Nurhasana sebagai penerima manfaat tersebut berhasil mengembangkan usaha warungnya menjadi besar dan terhubung dengan Ojol Grab. (Yantho Sulabessy Gromang)




