Laporan Andi Ilham Sulabessy

Kupang, Inihari.co-Puluhan wartawan lokal di Kupang hari ini Selasa, 9 Desember 2014 menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD setempat menutut DPRD membatalkan alokasi anggaran sebesar 1,2 miliar rupiah untuk metro TV yang bersumber dari APBD NTT tahun 2015.
Aksi yang dilakukan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan antara Aliansi Wartawan NTT dengan Wakil Ketua DPRD, Gabriel Beri Bina, Senin 8 Desember 2014 kemarin.
Dalam aksi tersebut, para wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan NTT membuang-buang koran di pintu masuk gedung DPRD setempat dan dibiarkan diinjak-injak oleh anggota dewan atau pengunjung yang masuk ke gedung Dewan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai tanda bahwa media lokal tidak dihargai oleh pemerintah daerah.
“Kami mendesak agar DPRD NTT segera membatalkan alokasi anggaran bagi metro TV sebesar Rp1,2 miliar rupiah,”kata koordinator pengunjuk rasa, Wens John Rumung
Aksi yang berlangsung tidak lama itu akhirnya diterima oleh anggota DPRD NTT Gusti Beribe bersama tiga anggota DPRD NTT lainnya.
Diskusi antar wartawan dan DPRD sempat memanas karena Gusti Beribe menyatakan akan sinkronisasikan anggaran untuk Metro TV.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas, Lambert Ibi Riti mengatakan bahwa pengalokasian anggaran bagi Metro TV atas perintah Gubernur.
Menurut Ibi Riti, alokasi anggaran untuk Metro TV lebih kecil bila dibandingkan dengan alokasi anggaran bagi 90 media yang terdaftar di Biro Humas yang mencapai Rp1,5 miliar rupiah.




