Warga Kolhua Suarakan Kebutuhan Traktor dan Jalan Tani Saat Reses Dance Bistolen

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, melaksanakan reses tahap II masa sidang 2025/2026 di wilayah RT 26 RW 08, Kelurahan Kolhua. Kegiatan ini menjadi ruang serap aspirasi warga, khususnya yang bergelut di sektor pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, warga secara tegas menyampaikan bahwa persoalan utama yang mereka hadapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian. Mayoritas masyarakat Kolhua menggantungkan hidup pada lahan tani yang dikelola secara tradisional dan terbatas peralatannya.

Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah permintaan bantuan alat pertanian berupa traktor. Warga menilai keberadaan traktor sangat mendesak untuk meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban tenaga manual, serta mempercepat pengolahan lahan.

Selain itu, warga juga meminta pembangunan jalan tani guna memperlancar akses menuju lahan pertanian. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mendukung mobilisasi hasil panen agar dapat dipasarkan dengan lebih cepat dan menekan biaya distribusi.

Yulius Ku’e, salah seorang warga, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap wilayah Kolhua. Menurutnya, Kolhua selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan bagi Kota Kupang, namun belum mendapat dukungan infrastruktur dan sarana pertanian yang memadai.

Ia menambahkan, banyak keluarga di Kolhua yang sepenuhnya bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Karena itu, kebijakan pembangunan yang berpihak pada petani dinilai sangat menentukan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dance Bistolen menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Hasil tani tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi penyangga stabilitas harga pangan di Kota Kupang.

Menurut Dance, perhatian terhadap petani tidak boleh sebatas wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan konkret, mulai dari penyediaan alat produksi hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tani dan irigasi.

Ia menegaskan bahwa aspirasi warga Kolhua akan dicatat secara resmi dan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Kupang. Perjuangan anggaran dan program, kata dia, harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Dance pun menyatakan komitmennya untuk mengawal kepentingan petani Kolhua agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah. “Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan. Jika petani diperhatikan, maka kesejahteraan masyarakat dan stabilitas kota akan ikut terjaga,” ujarnya. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *