Kupang, inihari.co- Pagi yang hangat di halaman SMP Negeri 8 Kupang, seberkas cahaya bergerak memasuki ruang-ruang kelas, seolah menyentuh hati para siswa yang berkumpul dengan penuh antusias. Pada momen itu, pemerintah kota menegaskan kembali komitmennya: menjaga remaja bukan sekadar program, tetapi janji moral untuk merawat masa depan. Roadshow bertema “Menjadi Remaja Tangguh, Sehat Fisik, Sehat Mental, dan Bebas dari Kekerasan” menjadi penanda bahwa Kota Kupang ingin membesarkan generasi muda yang kuat dengan sentuhan kasih dan kepedulian yang nyata.
Kegiatan yang dibuka oleh Plh. Sekretaris Daerah Kota Kupang tersebut berlangsung penuh kehangatan. Di tengah hiruk-pikuk perkembangan teknologi, tantangan kesehatan mental, dan kasus kekerasan seksual yang terus meningkat, pemerintah kota hadir dengan langkah yang tegas namun penuh empati. Kehadiran berbagai pemimpin institusi dan tokoh masyarakat memperlihatkan kolaborasi menyeluruh, sebuah bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan anak-anak adalah urusan seluruh kota, bukan hanya sekolah.
Manfaat pertama dari roadshow ini adalah hadirnya kesadaran kolektif bahwa kesehatan remaja harus ditangani secara holistik. Edukasi mengenai kesehatan mental, kecemasan, dan pelecehan seksual disampaikan secara terbuka oleh tenaga profesional, memberikan ruang aman bagi siswa untuk memahami tubuh dan emosinya. Pengetahuan ini bukan hanya pelindung diri, tetapi juga bekal menuju tumbuh kembang yang sehat.
Manfaat kedua adalah penguatan karakter dan budaya sekolah aman, yang dikelola secara konsisten. Dengan hadirnya edukasi mengenai etika digital, pengelolaan sampah, dan nilai iman-budi pekerti, para siswa diajak membangun lingkungan yang saling melindungi. Roadshow ini menjadi pengalaman yang bukan hanya informatif, tetapi transformatif, mengubah pola pikir remaja agar mampu menghargai diri sendiri dan memperlakukan orang lain dengan hormat.
Antusiasme para siswa dan guru membuat suasana roadshow terasa hidup dan penuh energi positif. Mereka mengikuti sesi demi sesi dengan perhatian yang nyaris bulat, seolah menemukan ruang baru untuk memahami diri dan dunia. Banyak siswa mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya mereka merasa diperhatikan secara serius dalam isu sepeka kesehatan mental dan kekerasan.
Dalam kegiatan tersebut, Plh. Sekda mengingatkan para remaja tentang pentingnya bijak dalam menggunakan gawai dan media sosial. Kata-katanya meluncur jernih: “Tubuh kalian berharga, masa depan kalian sangat berarti. Jika menghadapi masalah, jangan diam.” Pesan sederhana itu terasa seperti pelukan bagi mereka yang sedang berjuang dalam diam.
Visual acara pun menciptakan kesan elegan, para siswa duduk rapi dalam ruang terbuka yang terang, ditemani semilir angin kota, sementara para narasumber menghadirkan pemaparan dari podium yang tertata cantik. Atmosfer itu membuat edukasi terasa tidak menggurui, tetapi mengalir seperti percakapan yang penuh empati dan kepercayaan.
Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menghadirkan sentuhan keibuan yang memperhalus seluruh rangkaian kegiatan. Dengan suara lembut, ia mengajak siswa untuk menghargai diri sendiri sebagai fondasi karakter. “Kalau kita tidak menghargai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa menghargai kita?” ucapnya, kalimat yang disambut anggukan penuh makna dari para siswa.
Program ini mendapat tanggapan hangat dari siswa, guru, dan orang tua. Maria, seorang siswi kelas 8, mengungkapkan rasa leganya: “Akhirnya ada yang bicara terbuka tentang perasaan kami. Saya jadi tahu bahwa minta bantuan itu bukan tanda lemah.” Testimoni ini menjadi sorotan bahwa roadshow tidak sekadar acara, melainkan pengalaman yang menyembuhkan.
Yenny Aman, Ketua I bidang Pembinaan Karakter Keluarga, menyampaikan bahwa roadshow tahun ini adalah bagian dari upaya membentuk remaja yang tangguh menghadapi dunia yang berubah cepat. Dengan menyasar empat sekolah, kegiatan ini ingin mengikat lebih banyak remaja dalam jejaring kepedulian dan literasi kesehatan mental.
Komitmen pemerintah terasa kuat ketika Plh. Sekda menegaskan bahwa Kota Kupang akan terus memperjuangkan sekolah ramah anak dan lingkungan yang aman dari kekerasan. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah berkelanjutan agar remaja Kota Kupang tumbuh dalam suasana yang sehat, fisik, mental, dan moral.
Saat acara ditutup, senyum para siswa menandai harapan baru. Mereka pulang membawa pemahaman, keberanian, dan keyakinan bahwa kota tempat mereka tumbuh benar-benar peduli. Roadshow ini menjadi bukti bahwa Kota Kupang bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa generasi. Di situlah letak kemajuan yang paling sejati. (Yantho Sulabessy Gromang/Advertorial)




Discussion about this post