Meriahkan HUT RI ke 77, Keluarga Besar Lourdes Gelar Aneka Lomba

Penyerahan Hadiah Oleh Dominika W. Bethan, SH
banner 468x60
Penyerahan Hadiah Oleh Dominika W. Bethan, SH

Kupang, inihari.co- Memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 77, warga Gua Lourdes, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo – Kota Kupang, menggelar sejumlah lomba ketangkasan di lingkungan mereka.

Ratusan warga RW 5 yang meliputi 5 RT di kawasan tersebut, dari anak-anak hingga remaja, pemuda dan bahkan orang tua terlihat antusias dan gembira mengikuti lomba yang disediakan oleh panitia sejak pagi hingga malam hari.

Seluruh orang yang hadir dalam kegiatan lomba terlihat sangat senang dan riang dalam menyemangati para peserta yang sedang bertanding. Teriakan-teriakan penyemangat keluar dari mulut para ibu-ibu dan seluruh penonton tanpa adanya ketersinggungan ataupun ambisi untuk sebuah kemenangan.

Adapun lomba yang digelar pada 17 Agustus 2022 oleh warga Gua Lourdes dalam memeriahkan hari bersejarah tersebut, yakni antara lain lomba makan kerupuk, gigit sendok, lari karung, tarik tambang dan lomba tiktok bertema kemerdekaan.

Dominika W. Bethan, SH, warga Gua Lourdes yang juga adalah anggota DPRD Kota Kupang dari Partai PDIP daerah pemilihan (Dapil) Oebobo, mengatakan, lomba yang diprakarsai oleh pemuda dan remaja Gua Lourdes ini merupakan bentuk kesadaran mereka sebagai anak bangsa yang bersyukur dan berbahagia atas kemerdekaan Republik Indonesia berkat perjuangan para pahlawan bangsa.

Menurutnya, sudah patut dan layak jika peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan melalui kegiatan-kegiatan positif termasuk lomba ketangkasan. Sebab hal tersebut mencerminkan jiwa-jiwa yang merdeka, yang mengekspresikan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi diri dan orang lain.

“Jadi dengan kegiatan ini maka secara tidak langsung sudah menghimpun anak-anak muda di Gua Lourdes untuk berkreasi dengan hal-hal positif,” katanya.

Penyerahan Hadiah Oleh Dominika W. Bethan, SH

Lebih lanjut Dominika Bethan mengatakan, melalui kegiatan lomba yang digelar, juga telah menjalin sebuah kebersamaan yang mungkin tidak sempat dilakukan di hari-hari lainnya. Lomba tersebut dinilai telah memperkuat tali silaturahmi antar sesama warga Gua Lourdes.

Dengan lomba yang ada, telah mengumpulkan seluruh warga Gua Lourdes, baik anak-anak maupun remaja, pemuda hingga orang tua, sehingga dengan sendirinya memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam lingkungan.

“Kegiatan lomba ini telah mendekatkan anak-anak dengan lingkungan. Ini sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan dan menjadi hiburan bagi semua warga. Yang selama ini sibuk dengan aktivitasnya, akhirnya bisa berkumpul, bercengkrama dan bertanya kabar serta melepas lelah,” ujarnya.

Dominika Bethan berharap, anak-anak muda di Gua Lourdes dan Kota Kupang pada umumnya bisa memanfaatkan masa muda melalui hal-hal positif. Tidak perlu harus melakukan hal-hal yang luar biasa, sebab hal kecil pun akan sangat berarti jika bermanfaat bagi diri dan orang lain.

“Anak muda entah itu remaja maupun pemuda kadang identik dengan hal-hal negatif. Itu yang harus diubah. Mereka harus bisa berdiri sebagai panutan bagi generasi di bawah mereka, agar anak-anak kecil bisa bertumbuh dengan kepribadian baik dan kreatif,” ujarnya.

Sebagai sponsor utama dalam kegiatan lomba tujuhbelasan ini, Dominika Bethan mengaku menggunakan dana senilai 10 juta rupiah. Anggaran itu diperuntukan bagi persiapan arena lomba serta kebutuhan pendukung, dan juga untuk penyiapan hadiah bagi pemenang di masing-masing kategori.

“Intinya untuk anak-anak saya persiapkan hadiah berupa perlengkapan sekolah dan juga tempat makan minum untuk bekal mereka. Sedangkan bagi orang tua lebih ke perlengkapan rumah tangga atau barang-barang yang biasa digunakan sehari-hari,” terangnya.

Namun dirinya dengan tegas menyatakan tidak pernah memperhitungkan biaya yang telah dikeluarkannya, sebab nilai yang didapatkannya melalui keceriaan dari wajah anak-anak dan ibu-ibu serta para remaja, pemuda dan orang tua, jauh lebih besar.

Sementara itu menyangkut teknis perlombaan, Ketua Panitia Lomba – Chris Fanggidae mengatakan, terbagi menjadi 4 kelas untuk lomba makan kerupuk, gigit sendok, dan lari karung. Pesertanya terdiri dari anak-anak usia Paud dan TK, kelas 1-3 SD, kelas 4-6 SD, dan kelas SMP. Sementara untuk tarik tambang dikhususkan pada pemuda dan orang tua.

“Untuk lomba tik-tok itu semua usia boleh ikut. Kita akan nilai melalui hasil vote secara online,” jelasnya. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *