• Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
Ini Hari
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
No Result
View All Result
Ini Hari
No Result
View All Result
Home Internasional

35 KK di Zona Bebas Kantongi Identitas Timor Leste

michlaura by michlaura
in Internasional
0
35 KK di Zona Bebas Kantongi Identitas Timor Leste

Gerbang-perbatasan-Indonesia-dan-Timor-Leste

Share on Facebook Share
Share on Pinterest Pin it
Share on TwitterTweet
Send To Devices Send
Gerbang-perbatasan-Indonesia-dan-Timor-Leste
Gerbang-perbatasan-Indonesia-dan-Timor-Leste

Kupang, inihari.co – Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) yang mendiami zona bebas (status quo) yang tinggal di antara segmen Noelbesi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan Citrana di Wiayah Oecusi, Negara Timor Leste telah mengantongi identitas sebagai warga negara pecahan Indonesia itu.

Kepala Badan Pengelolaan Daerah Perbatasan (BPDP) Provinsi Nusa Tenggara Timur Paul Manehat di Kupang, Jumat (22/5) mengatakan, selain wilayah Noelbesi, Kabupaten Kupang, NTT dan Citrana di wilayah Oecusi, Timor Leste yang ditetapkan sebagai wilayah status quo, wilayah lain yang memiliki status yang sama juga ada di segmen Naktuka, Amfoang Timur di Kabupaten Kupang.

“Penetapan status quo karena garis batas antara kedua negara itu hingga saat ini belum disepakati, namun pemerintah Timor Leste telah membangun daerah yang dihuni oleh 35 KK dan ke- 35 KK itu sudah mengatongi identitas sebagai warga Negara Timor Leste,” kata Paul.

Dalam waktu dekat akan digelar pertemuan antara Indonesia dan Timor Leste di Dili, Timor Leste untuk membahas Kerjasama Pengaturan Perbatasan atau Joint Border Comite (JBC). Pertemuan itu digelar untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih terkatung- katung hingga saat ini, termasuk masalah pembanguan di zona status quo dan 35 KK yang sudah mengatongi identitas sebagai warga negara Timor Leste.

Saat ini tercatat ada 88 kecamatan yang masuk dalam kawasan perbatasan. Dari 88 Kecamatan itu, terdiri dari 61 kecamatan berbatasan dengan wilayah laut dan 27 kecamatan berbatasan dengan wilayah darat.

“Penetapan 88 kecamatan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 179 Tahun 2014 tentang Pembangunan Kawasan Perbatasan yang terdiri dari 12 kabupaten yang ditetapkan sebagai kawasan perbatasan,” jelas Paul.

Daerah yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste dan yang telah ditetapkan menjadi strategi nasional adalah Kota Atambua, Kefa, dan Alor.

Sebelumnya Pembantu Rektor Bidang Akademik Undana Kupang, David B. W. Pandie mengatakan, masalah yang terjadi wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste adalah kesenjangan sosial mulai dari aspek ekonomi, pembangunan infrastruktur, Perkembangan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Dibandingkan dengan masyarakat negara Republik Demokratik Timor Leste, kesejahteraan masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan jauh tertinggal, karena kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” katanya.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Benni Alexander Litelnony menyatakan, daerah perbatasan merupakan manifestasi dari negara Indonesia pada umumnya dan Provinsi NTT khususnya. Batas negara mencakup batas darat, laut dan udara. “Namun selama ini perhatian pemerintah lebih banyak pada batas- batas darat, sementara batas-batas laut kurang diperhatikan sehingga bisa menciptakan persoalan di lapangan terutama berkaitan dengan kekayaan di bawah laut,” kata Litelnoni. (andi)

Primus Mario Da Rosa, Warga Negara Asal Timor Leste Dideportasi

Juara Miss Grand Tourism Indonesia 2023, Celia Ivanca : Ini Berkat Dukungan Bunda Julie

Panggung Indonesia Fashion Week 2022 Digemerlapi Busana Karya Emas 14 Desainer NTT

Sukseskan Program TMMD, Anggota Satgas Rela Lakukan Perjalanan Panjang

BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana Siap Ciptakan PMI Profesional

Tekad Promotor Elizabeth Liu Kembangkan Tinju di NTT

Roket ISIS Hantam Kota Turki

Rolando Del Torchio Dibebaskan Setelah 6 Bulan Menjadi Sandera

Ditembaki Pria Bersenjata, PM Libya Lolos dari Upaya Pembunuhan

Korban gempa Nepal terus bertambah, penyelamatan ditingkatkan

Dengan Mesir, Jokowi Soroti Persoalan Timur Tengah

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Terluka Parah karena Serangan Udara

Post Views: 1,394
Advertisement Banner
Previous Post

Peringati Harkitnas, Tim Ekspedisi NKRI Gelar Upacara di Puncak Mutis dan Dalam Laut

Next Post

Tim Ekspedisi NKRI Gelar Operasi Katarak Gratis Di Kabupaten Kupang

michlaura

michlaura

Next Post
Tim Ekspedisi NKRI Gelar Operasi Katarak Gratis Di Kabupaten Kupang

Tim Ekspedisi NKRI Gelar Operasi Katarak Gratis Di Kabupaten Kupang

Discussion about this post

Iklan Sidebar

Arsip

Recent News

Sarah Leri Mboeik Desak Audit Terbuka Program MBG: Transparansi Dinilai Masih Lemah

Sarah Leri Mboeik Desak Audit Terbuka Program MBG: Transparansi Dinilai Masih Lemah

Janji 365 Hari yang Terputus: Di Mana Jatah Gizi Anak Saat Libur?

Janji 365 Hari yang Terputus: Di Mana Jatah Gizi Anak Saat Libur?

Categories

  • Ekbis
  • Entertainment
  • Hukrim
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Konstruksi
  • Kupang Metro
  • Kupang Oelamasi
  • Nasional
  • NTT Ini Hari
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Polkam
  • Profil
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In