
Kupang, inihari.co- Dalam rangka membangun komunikasi dan menjaring aspirasi dari para pelaku koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Kupang, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama rombongan melakukan kunjungan kerja, atau Kunker di Kota Kupang (Senin, 27/04/15).
Dalam Kunjungan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM ketika tiba di Kupang, terlebih dahulu menyempatkan diri untuk memantau secara langsung beberapa koperasi dan UKM di Kota Kupang, sebelum akhirnya mendatangi balai kota dan disambut oleh Walikota Kupang, Jonas Salean, yang ditemani wakil ketua DPRD kota kupang, dan wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni.
Kunker yang dilaksanakan secara terbuka di alun-alun balai kota kupang itu, juga dihadiri oleh ketua DPRD Kota Kupang, Jeskiel Loudoe, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Kota Kupang, dan para pelaku usaha koperasi dan UKM di Kota Kupang.
Walikota Kupang, Jonas Salean dalam sambutannya mengatakan, saat ini Kota Kupang menjadi kota dengan jumlah koperasi terbanyak di Nusa Tenggara Timur. “saat ini di kota kupang terdapat sebanyak 522 koperasi, dengan 424 koperasi diantaranya merupakan koperasi aktif, serta 98 koperasi tidak aktif,” kata Walikota, Jonas Salean.
Dirinya menerangkan, banyaknya jumlah koperasi dan UKM di Kota Kupang merupakan salah satu bentuk dukungan Kota Kupang dalam menyukseskan program prioritas Gubernur NTT, Frans Leburaya, yakni menjadikan NTT sebagai provinsi koperasi.
“Selain koperasi, kota kupang juga memiliki UKM yang cukup banyak, yakni berjumlah 16 ribu 450 usaha,” lanjut Jonas Salean.
Dirinya menjelaskan, dalam mendukung pertumbuhan koperasi dan UKM di Kota Kupang, Pemerintah bersama DPRD Kota telah menetapkan program pro rakyat, yakni dengan menyalurkan bantuan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) sebesar 500 juta rupiah bagi tiap-tiap kelurahan di Kota Kupang, dan dana tersebut rencananya akan ditingkatkan menjadi sebesar Satu miliyar rupiah bagi tiap kelurahan pada tahun 2016 mendatang.
Namun dalam usaha meningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara maksimal, Walikota mengaku masih menemukan beberapa kendala. “Walaupun sudah ada dana PEM, namun untuk mengsejahterakan masyarakat lewat koperasi dan UKM, pemerintah masih terkendala modal bantuan bagi koperasi dan UKM, ditambah dengan minimnya tempat pelatihan yang memadai bagi para pelaku dan pengurus atau pengawas koperasi dan UKM, dan rendahnya pemanfaatan teknologi dan informasi dalam manajemen pengolahan koperasi serta pemasaran hasil produk koperasi dan UKM,” katanya.
Oleh karena itu dirinya mengharapkan, dengan adanya Kunker dari Menteri Koperasi dan UKM RI di Kota Kupang, bisa membawa dampak positif dalam membantu pemerintah Kota Kupang untuk mengembangkan serta meningkatkan ekonomi bagi pelaku koperasi dan UKM.
“Saya juga mengharapkan bapak Menteri Koperasi dan UKM RI juga bisa melakukan penghapusan pajak terhadap koperasi, serta menurunkan suku bunga bagi kredit usaha kecil,” pintanya. (Yanto)
Berita Terkait Klik: —




