
Kupang, inihari.co – Penolakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap rencana pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 Milliar untuk Metro TV dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian akhir pendapat fraksi ternyata hanya akal-akalan saja.
Pasalnya dalam pendapat akhir fraksi yang dibacakan pada paripurna yang berlangsung Rabu (17/12) digedung dewan setempat, enam dari sembilan fraksi menyatakan menolak untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk Metro TV yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTT tahun 2015.
Namun setelah penyampaian pandangan fraksi, pimpinan sidang yang juga ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno menanyakan kembali apakah semua fraksi menolak atau menerima rencana pengalokasian anggaran untuk Metro TV sebesar Rp1,4 miliar, hanya ada satu anggota dewan yang menyatakan menerima.
Atas dasar itulah pimpinan sidang langsung mengetuk palu dan menyatakan bahwa sidang paripurna DPRD NTT menerima pengalokasian dana Rp1,4 Miliar untuk Merto TV melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTT tahun anggaran 2015 .
Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno kepada para awak media cetak dan elektronik usai sidang paripurna menyatakan keputusan yang diambil pimpinan sidang sudah sesuai mekanisme sidang.
Dia beralasan bahwa dalam nomenklatur APBD NTT tahun 2015, alokasi anggaran sebesar Rp1,4 Miliar yang dipersoalkan media lokal di NTT tidak hanya dikhususkan untuk Metro TV saja, tetapi juga untuk semua media televisi nasional.
Anwar yang didampingi dua wakil ketuanya masing-masing Gabriel Beri Bina dan Aleks Ofong secara politis mengatakan bahwa anggaran tersebut nantinya diperuntukan bagi semua media televisi Nasional, bukan hanya dikhususkan untuk Metro TV saja.
Menurut Politisi Partai Golkar itu, anggaran tersebut nantinya akan ditenderkan kesemua stasiun televisi nasional untuk promosi wisata Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, kalangan wartawan yang ada di Nusa Tenggara Timur secara tegas telah menolak rencana pengalokasian anggaran untuk Metro TV melalui aksi demo di gedung dewan setempat.
Aksi yang dipimpin, Wens Jhon Rumung itu menuntut agar DPRD NTT segera membatalkan alokasi anggaran bagi Metro TV sebesar 1,4 miliar milliar. (jj)




