Harapan Terwujud, Duplikat Jembatan Liliba Akhirnya Dibangun

Kepala BPJN NTT - Agustinus Junianto, ST, MT saat memberikan sambutan
banner 468x60

Kupang, inihari.co- Duplikat Jembatan Liliba Kota Kupang yang telah sekian lama dinanti-nantikan pembangunannya kini mulai dikerjakan. Dan sebagai tanda syukur atas hal tersebut, Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah Kota Kupang dan rekanan pemenang tender menggelar Doa bersama lintas Agama untuk mengawali proses pekerjaan.

Doa bersama lintas agama itu dilakukan pada Kamis (12/10/2023) sore, bertempat di sekitar lokasi kerja, jalan Piet A. Tallo, Kota Kupang.

Hadir dalam acara, Kepala BPJN NTT – Agustinus Junianto, ST, MT, Penjabat Walikota Kupang – Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Pengusaha dari PT. Bumi Indah – Melkianus Lubalu, para rohaniwan dan sejumlah pejabat lingkup Kota Kupang.

Kepala BPJN NTT – Agustinus Junianto, ST, MT, dalam sambutannya mengatakan, paket pekerjaan pembangunan duplikat jembatan Liliba, penandatangan MOU-nya telah dilakukan pada 27 September 2023 lalu, dan pengerjaannya oleh PT. Dewanto Cipta Pratama sebagai rekanan pemenang tender.

Dengan anggaran senilai 72 miliar 413 juta 655 ribu rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), pembangunan jembatan yang diusulkan oleh pemerintah Kota Kupang itu telah masuk tahap pembersihan lokasi yang akan dilanjutkan dengan pembangunan pondasi bored pile atau tabung pondasi dalam tanah dengan lapisan lantai.

Dikatakan, proyek yang akan menghasilkan jembatan kembar Liliba itu merupakan proyek multiyears dengan waktu pelaksanaan 360 hari kalender yang akan diselesaikan pada September 2024 nanti. Dan untuk tahun 2023 ini, pihaknya akan fokus pada pembangunan pondasi bored pile dan rangka jembatan.

“Rangka jembatan sendiri sementara dalam proses mobilisasi dari pulau Jawa untuk didatangkan ke Kota Kupang,” ujarnya.

Terkait konstruksi jembatan, Agustinus Junianto menjelaskan, akan dibangun dengan konstruksi rangka baja dengan warna merah putih. Total panjang jembatan 140 meter dengan lebar 9 meter yang terdiri dari 7 meter luas jalan dan 1 meter trotoar di masing-masing sisi.

Walau telah ditetapkan hingga September 2024, Junianto mengaku akan meminta agar proses pekerjaan jembatan ini dipercepat dan selesai sebelum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2024. Tujuannya agar secepatnya jembatan tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Untuk masa awal pembangunan ini, menurutnya, aktivitas akan berjalan tanpa menghalangi arus lalu lintas di jalan Piet A. Tallo. Sebab penutupan jalan baru akan dilakukan jika proses pembangunan sudah sampai tahap pemasangan rangka dan bagian atas jembatan yang beresiko pada pengguna jalan.

“Sementara jalan belum kami tutup. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Kupang dan pihak Kepolisian untuk melakukan sosialisasi dan simulasi lalu lintas sebelum nantinya kami lakukan penutupan jalan,” terangnya. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *