ini Hari Flashnews
Home » Kupang Metro » Hingga Desember 2021, DKP NTT Telah Keluarkan Ribuan Izin Bagi Nelayan

Hingga Desember 2021, DKP NTT Telah Keluarkan Ribuan Izin Bagi Nelayan

Kepala Bidang Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur – Agus Bulu

Kupang, inihari.co- Dalam rangka mendukung aktivitas perikanan tangkap bagi nelayan Nusa Tenggara Timur (NTT), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT terus memberikan pelayanan perizinan dan rekomendasi bagi nelayan yang ingin beroperasi.

Berdasarkan data yang dimiliki, hingga pertengahan Desember 2021 sudah sebanyak 1.232 surat izin yang dikeluarkan oleh DKP Provinsi NTT bagi nelayan.

Surat-surat izin itu terdiri dari Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Andon bagi nelayan luar agar bisa melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan NTT sebanyak 201 surat, Surat Tanda Keterangan Andon (STKA) bagi nelayan NTT agar bisa melakukan penangkapan ikan di luar wilayah perairan NTT sebanyak 10 surat, dan surat Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP) bagi kapal nelayan yang berukuran 1 sampai 10 gross tonnage (GT) sebanyak 1.021 surat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT – George M. Hadjoh, SH melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap – Agus Bulu saat ditemui di ruangannya, Rabu (15/12/2021) mengatakan, selain jenis surat izin, DKP Provinsi NTT juga berwenang mengeluarkan surat rekomendasi yang izinnya nanti dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTT.

Hingga pertengahan Desember 2021, ada sebanyak 396 surat rekomendasi yang telah dikeluarkan DKP Provinsi NTT, terdiri dari surat rekomendasi untuk pengurusan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) bagi kapal berukuran 10 sampai 30 GT sebanyak 25 surat, surat rekomendasi untuk pengurusan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) sebanyak 360 surat, dan surat rekomendasi untuk pengurusan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) sebanyak 11 surat

Agus Bulu menjelaskan, ada juga surat rekomendasi yang dikeluarkan DKP Provinsi NTT untuk pengurusan izin pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) 3 Kupang selaku Perwakilan Kementerian Perhubungan di NTT.

Surat-surat rekomendasi itu antara lain untuk pengurusan surat izin Pas Kecil, Pas Besar, Surat Ukur untuk pengukuran kapal, Surat Kelayakan Kapal dan Sertifikat Kesempurnaan Kapal.

“Jadi prosedur pengurusan rekomendasi izin itu dimulai dari pemilik kapal mengajukan surat permohonan ke Gubernur NTT melalui DPM-PTSP Provinsi NTT, lalu DPM-PTSP Provinsi NTT meminta pertimbangan ke DKP Provinsi NTT. Setelah DKP Provinsi NTT melihat dan memeriksa seluruh persyaratan termasuk fisik kapal dan menyatakan lengkap serta memenuhi syarat, barulah DKP Provinsi NTT mengeluarkan rekomendasi bagi DPM-PTSP Provinsi NTT bahwa pemohon atau pemilik kapal itu layak mendapatkan izin sesuai yang diajukan,” terangnya.

Dirinya berharap, ke depan semua pengurusan izin perikanan tangkap yang berada di DPM-PTSP Provinsi NTT dan KSOP 3 Kupang bisa dialihkan dan diserahkan ke DKP Provinsi NTT. Tujuannya agar semua pengurusan izin tersebut dapat terfokus di DKP Provinsi NTT.

“Setelah Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja terbit, ada sejumlah persyaratan untuk izin pada perikanan tangkap yang dialihkan ke DKP Provinsi. Untuk itu kami masih menunggu realisasinya sebab belum terlaksana sampai sekarang,” ujarnya. (Yantho Sulabessy Gromang)