ini Hari Flashnews
Home » Hukrim » Dinyatakan Tidak Bersalah, Jonas Salean Dibebaskan Dari Segala Tuntutan

Dinyatakan Tidak Bersalah, Jonas Salean Dibebaskan Dari Segala Tuntutan

Kupang, inihari.co- Setelah melewati sederet persidangan, Mantan Walikota Kupang – Jonas Salean akhirnya bisa bernafas lega usai dinyatakan tidak bersalah dan diputus bebas dari segala tuntutan dalam perkara dugaan bagi-bagi tanah yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepadanya.

Selain itu, dalam amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim – Ari Prabowo, didampingi hakim anggota – Nggilu Liwar Awang dan Ibnu Kholiq, juga menyatakan bahwa Jonas Salean harus dipulihkan harkat, derajat dan martabat seperti keadaan semula, serta membebankan biaya perkara selama ini dalam kasus tersebut kepada negara.

Sebelumnya, dalam tuntutan JPU terhadap Jonas Salean yang dibacakan oleh jaksa Hendrik Tiip didampingi jaksa Herry C. Franklin dan Emerensiana Jehamat, Jonas Salean dituntut 12 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah Subsidair 6  bulan kurungan dan wajib membayar Uang Pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar 750 juta rupiah atau di penjara selama 6 tahun.

Usai bebas, Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar ini mengatakan sangat berterima kasih kepada TUHAN yang dinilai telah menyertainya selama ini sehingga dirinya bisa mendapatkan keadilan hukum dan dibebaskan dari segala tuntutan.

“Pertama saya sangat berterima kasih kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang sudah membebaskan saya. Sebab saya percaya bahwa kebebasan itu adalah pemberianNYA. Kedua, saya ingin berterima kasih kepada Kejati dan seluruh JPU karena punya komitmen tinggi dalam memberantas korupsi,” katanya, Rabu (17/03/2021).

Jonas Salean juga berterima kasih kepada Penasehat Hukum (PH), yakni Yanto Ekon dan John Rihi beserta sejumlah pengacara lain yang selama ini setia mendampingi dengan terus berjuang dan bekerja keras membantunya mendapatkan keadilan hukum.

Lebih lanjut Jonas Salean menjelaskan kembali bahwa tanah sebagai objek perkara bukanlah aset milik pemerintah Kota Kupang. Jika total tanah seluas 77 hektar ditarik kembali, maka Kota Kupang akan menjadi kosong. Bisa bubar Kota Kupang.

“Nama saya sudah rusak, tapi masyarakat semua tahu bahwa saya tidak bersalah. Semua ini karena keterangan palsu yang dibuat untuk menjatuhkan saya. Terkait keterangan palsu, itu semuanya saya serahkan kepada penasehat hukum,” tegasnya.

Terkait dengan adanya niat Kasasi dari pihak JPU, Jonas Salean juga mengatakan bahwa dirinya bersama penasehat hukum siap menghadapi hal tersebut. (Yantho)