Kupang, inihari.co- Pemerintah Kota Kupang mulai menyiapkan sektor ekonomi lokal untuk menangkap peluang dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Kedatangan atlet, ofisial, wisatawan, dan masyarakat dari berbagai daerah dipandang dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, jasa, kuliner, hingga pariwisata di Kota Kupang.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc. mengatakan PON XXII dapat menjadi momentum memperkuat konsep sport tourism sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya mempersiapkan fasilitas olahraga, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“PON menjadi peluang besar bagi Kota Kupang untuk mengembangkan sport tourism dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Serena dalam podcast Konvergensi bersama CEO Investortrust Primus Dorimulu di Jakarta, Kamis (03/09/2026).
Salah satu sektor yang disiapkan adalah UMKM. Pemerintah Kota Kupang mendorong pelaku usaha lokal agar mampu menyediakan produk yang dibutuhkan pengunjung sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya menjelang pelaksanaan PON.
Potensi tersebut antara lain terlihat dari aktivitas Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang saat ini melibatkan sekitar 500 komunitas atau UMKM. Menurut Serena, kegiatan tersebut telah menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp6,2 miliar dalam satu tahun, dengan produk kuliner, jajanan pasar, dan pangan lokal menjadi komoditas yang banyak dipasarkan.
Peluang pasar UMKM juga diarahkan ke ranah digital melalui Indonesia Open Network (ION). Platform tersebut diharapkan membantu pelaku usaha lokal memperluas jangkauan pemasaran, termasuk untuk produk kerajinan dan kain tenun Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi pasar di luar daerah.
Serena mengatakan pengembangan produk lokal tidak harus berhenti pada bentuk tradisional. Kain tenun NTT, misalnya, telah dikembangkan menjadi pakaian dan berbagai produk fesyen. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk bernilai tambah dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Selain produk UMKM, sektor kuliner dan jasa pariwisata juga diproyeksikan memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas selama PON. Serena menyebut se’i, ikan kuah asam, dan jagung bose sebagai sejumlah kuliner khas yang dapat diperkenalkan kepada atlet dan wisatawan yang datang ke Kota Kupang.
Dari sisi akomodasi, Pemkot Kupang mulai mempersiapkan hotel dan homestay agar mampu memberikan pelayanan yang memadai. Serena mengatakan standar operasional prosedur bagi homestay juga mulai disiapkan sehingga keberadaan pengunjung selama PON dapat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Serena, posisi Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dan kota jasa memberikan peluang untuk menjadi pintu masuk bagi pengunjung sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lainnya. Karena itu, Pemkot Kupang mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha sejak sekarang agar momentum PON 2028 dapat memperluas pasar UMKM, meningkatkan aktivitas sektor jasa dan pariwisata, serta memperkuat perputaran ekonomi lokal. (Yantho Sulabessy Gromang)




