Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Pemerintah Kota Kupang mendorong penguatan tata kelola sumber daya air melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Aksi Implementasi Akses Air Bersih yang digelar di Hotel Neo by Aston, Kamis (18/06/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kupang Ignasius R. Lega mengatakan persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, ketersediaan air berhubungan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, produktivitas, dan keberlanjutan pembangunan kota.

“Persoalan air harus menjadi gerakan bersama. Ketika sumber air rusak, semua merasakan dampaknya. Ketika kualitas air menurun, semua ikut menanggung risikonya,” ujar Ignasius saat membuka kegiatan tersebut.

Ia mengatakan Kota Kupang masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyediaan air bersih. Tantangan itu antara lain pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, keterbatasan sumber air baku, kerusakan daerah tangkapan air, serta pola pemanfaatan air yang belum sepenuhnya bijaksana.

Karena itu, Ignasius menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Keterlibatan masyarakat dan berbagai kelompok dinilai penting, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan hingga pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya air.

Pemerintah Kota Kupang, kata dia, juga telah mengukuhkan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang Tahun 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya air.

Dalam kesempatan itu, Ignasius mengapresiasi Yayasan Plan International Indonesia melalui Program CERAH yang memilih Kota Kupang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program selama tiga tahun ke depan. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola air yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Provincial Coordinator NTT Yayasan Plan International Indonesia Ani Talan mengatakan kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang telah berlangsung sejak 2023. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Australia untuk melanjutkan dukungan melalui Program CERAH hingga 2028 dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya air.

Ani mengatakan sejumlah kegiatan telah dilakukan, termasuk pemetaan wilayah yang rawan kekeringan dan survei kebutuhan masyarakat terhadap layanan air minum. Dari kegiatan tersebut, pihaknya menghimpun berbagai masukan warga, termasuk mengenai kebocoran jaringan dan akses layanan air bersih.

Workshop tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Perumda Air Minum Kota Kupang, Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, akademisi, organisasi perempuan dan penyandang disabilitas, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, serta pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah Kota Kupang berharap forum tersebut menghasilkan langkah konkret, antara lain menjaga daerah resapan, memulihkan daerah aliran sungai yang kritis, mengurangi pencemaran, memperluas akses air bersih, dan meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan air secara bijak. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *