Karnaval Budaya Adat Semarakkan HUT ke-30 Kota Kupang

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Karnaval Budaya Adat mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Kota Kupang dengan semarak dan antusiasme tinggi dari masyarakat, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan yang dipusatkan di bundaran Tirosa, Jalan Frans Seda ini menjadi ajang pertemuan berbagai etnis dan komunitas budaya yang hidup dan berkembang di kota tersebut.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kesadaran kolektif bahwa Kota Kupang bukan hanya warisan dari para pendahulu, tetapi juga titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Menurutnya, kehadiran pemerintah pada dasarnya bukan untuk sekadar menjalankan roda pemerintahan, melainkan untuk melayani masyarakat. Ia menekankan bahwa hakikat pemerintahan adalah pelayanan, sehingga seluruh kebijakan harus berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia juga mengingatkan bahwa status otonomi daerah yang dimiliki Kota Kupang harus dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Otonomi, kata dia, bukan sekadar kewenangan, tetapi tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam momentum tersebut, Wali Kota turut menyampaikan komitmennya untuk terus melayani masyarakat selama lima tahun masa kepemimpinannya. Ia berharap semangat pelayanan itu dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Kupang.

Sebanyak 50 komunitas etnis ambil bagian dalam Karnaval Budaya Adat ini. Mereka menampilkan ragam busana tradisional, tarian, dan atraksi budaya yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Kota Kupang sebagai rumah bersama.

Pembukaan karnaval diawali oleh Ikatan Keluarga Besar Manggarai Raya yang memberikan kesempatan kepada Wali Kota, Ketua DPRD Kota Kupang, dan Sekretaris Daerah untuk melakukan pukulan kehormatan kepada para pelaku tarian tradisional Caci.

Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai ritual adat, salah satunya penampilan natoni oleh perwakilan masyarakat adat Kerajaan Banam Amanuban Timur sebagai peserta karnaval barisan kedua. Selain itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga dikalungi secara langsung oleh Raja Banam sebagai bentuk penghargaan dan penerimaan adat.

Prosesi tersebut disambut meriah oleh ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya penonton yang hadir sejak sore hingga malam hari.

Tak hanya menjadi ajang budaya, kegiatan ini juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ratusan pelaku UMKM dan industri kreatif turut ambil bagian, memanfaatkan momentum untuk meraih rezeki.

Salah satunya Ria, pedagang kaki lima, yang mengaku bersyukur karena dagangannya laris berkat ramainya pengunjung. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin dan menjadi tradisi tahunan di Kota Kupang.

Karnaval Budaya Adat ini menjadi bukti bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang bukan hanya dirayakan, tetapi juga dijaga sebagai identitas bersama yang memperkuat persatuan masyarakat. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *