Reses Maria Rosalinda Soroti Beban Posyandu Siklus Hidup dan Minimnya Dukungan Fasilitas di Oebobo

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang dari Partai Gerindra, Maria Rosalinda Uta Teku, SE, MM, memberi perhatian khusus terhadap keberlangsungan dan penguatan layanan Posyandu di Kota Kupang. Perhatian itu disampaikan dalam reses tahap II masa sidang 2025/2026, terutama di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Oebobo.

Dalam rangkaian reses tersebut, Maria Rosalinda mencatat banyak aspirasi yang disampaikan kader Posyandu. Aspirasi itu menggambarkan tantangan nyata di lapangan, seiring meningkatnya beban kerja Posyandu yang kini tidak lagi terbatas pada pelayanan balita dan lansia.

Saat ini, Posyandu telah bertransformasi menjadi layanan berbasis siklus hidup. Pelayanan mencakup ibu hamil, bayi, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, sehingga peran Posyandu semakin strategis dalam sistem pelayanan kesehatan dasar masyarakat.

Perubahan tersebut sejalan dengan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Skema ini menuntut kader Posyandu memiliki kemampuan yang lebih luas, sekaligus didukung sarana, prasarana, dan anggaran yang memadai.

Namun, hasil reses menunjukkan bahwa dukungan tersebut belum sepenuhnya seimbang dengan tuntutan layanan. Di Kelurahan Liliba, misalnya, kader Posyandu mengeluhkan pencairan dana operasional yang tidak tepat waktu dan nominal bantuan yang dinilai minim.

Kondisi ini menjadi semakin berat setelah Posyandu digabung dalam skema pelayanan siklus hidup. Kebutuhan operasional meningkat, sementara pencairan dana justru kerap terlambat, sehingga berdampak pada kelancaran pelayanan di tingkat masyarakat.

Selain persoalan anggaran, keterbatasan peralatan medis juga menjadi sorotan. Sejumlah Posyandu di Liliba belum memiliki alat tensi darah, sementara pemeriksaan gula darah hanya dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali karena keterbatasan alat dan bahan.

Kader Posyandu juga menghadapi keterbatasan fasilitas pelayanan dasar. Minimnya kursi, meja, dan tenda membuat kegiatan Posyandu sering berlangsung dalam kondisi seadanya, yang berpengaruh pada kenyamanan dan kualitas pelayanan.

Di Posyandu Melati 10 dan Posyandu Melati 11 Kelurahan Liliba, keterbatasan tersebut dirasakan cukup nyata. Padahal, kedua Posyandu ini melayani berbagai kelompok usia dengan jumlah sasaran yang tidak sedikit.

Sebagai langkah awal, Maria Rosalinda memberikan bantuan berupa alat tensi dan kursi kepada Posyandu setempat. Ia menegaskan bahwa aspirasi kader Posyandu akan ditindaklanjuti di DPRD, dengan mendorong penguatan anggaran, fasilitas, serta sistem pencairan dana agar Posyandu mampu menjalankan peran strategisnya secara optimal. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *