
Kupang, inihari.co- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golongan Karya (Golkar) ke 57, Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakannya dengan menggelar sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya adalah vaksinasi massal yang dilakukan di lokasi peresmian Yellow Clinic Partai Golkar di Kelurahan Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang.
Dalam pelaksanaannya, para Tenaga Kesehatan atau Nakes yang berasal dari Puskesmas Oesapa tiba-tiba membubarkan diri dan beranjak pulang walaupun warga masih banyak yang belum mendapat pelayanan vaksin. Hal itu sempat menciptakan kepanikan terhadap panitia peresmian Yellow Clinic, sebab kepergian Nakes telah menelantarkan warga yang sudah berantusias hadir sejak pagi, yang rela meninggalkan seluruh kesibukan mereka demi divaksin agar terhindar dari virus Corona.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 2 Partai Golkar Kota Kupang, Jonas Salean yang ditemui pada Kamis (21/10/2021), menceritakan kronologi awal tentang kehadirannya pada peresmian Yellow Clinic hingga terjadinya penarikan Nakes oleh pemerintah Kota Kupang tersebut.
Menurutnya, dalam perayaan HUT Partai Golkar tanggal 20 Oktober 2021 itu, dirinya dipercayakan mewakili Ketua DPD 1 Partai Golkar NTT – Emanuel Melkiades Laka Lena untuk meresmikan Yellow Clinic yang adalah layanan kesehatan masyarakat yang dihadirkan Partai Golkar.
Jonas Salean menguraikan, berdasarkan rangkaian kegiatan, peresmian Yellow Clinic itu dilakukan pukul 11.00 Wita atau jam 11 siang, dengan sebelumnya dilakukan vaksinasi massal gratis bagi 250 warga Lasiana. Ada juga pembagian bantuan bagi penyandang gizi buruk serta pembagian sembako bagi warga kurang mampu sebagai bentuk peduli kasih dari Ketua DPP Partai Golkar Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dan Ketua DPD 1 Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Namun dalam jalannya kegiatan, pelaksanaan vaksinasi yang sementara berjalan dan baru melayani sekitar 60-an orang dari 250 yang hadir, tiba-tiba berhenti secara mendadak karena Nakes yang ada diperintahkan untuk pulang oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore.
“Jadi saya sampai ke lokasi Yellow Clinic itu tepat pukul 10.10 Wita. Saya baru duduk 5 menit, tiba-tiba Anggota Fraksi Golkar Kota Kupang- Zeyto Ratuarat yang juga koordinator Yellow Clinic Kota Kupang itu datang melapor ke saya bahwa ada laporan dari Kepala Puskesmas Oesapa bahwa pihaknya telah mendapat perintah dari Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kupang – Dokter Retnowati melalui saluran telepon, yang memerintahkan agar semua Nakes yang sedang melayani vaksinasi untuk segera disuruh pulang sebab itu merupakan perintah dari Walikota Jefri Riwu Kore,” terang Jonas.
Berdasarkan laporan Zeyto tersebut, Jonas menjelaskan, dirinya kemudian menggelar rapat resmi bersama anggota DPRD Provinsi NTT – Muhammad Ansor dan sejumlah anggota DPRD Kota Kupang yakni Tellendmark Daud, Jemari Yoseph Dogon dan Zeyto Ratuarat. Ikur hadir dalam rapat tersebut Kepala Puskesmas Oesapa.
“Jadi dalam rapat tersebut, saya minta klarifikasi dari Kepala Puskesmas terkait pulangnya para Nakes di tengah kegiatan vaksinasi yang belum selesai. Dan berdasarkan pengakuan Kepala Puskesmas bahwa tindakan itu diambil sesuai perintah Walikota Kupang Jefri Riwu kore yang disampaikan Kadis Retnowati melalui telepon,” ungkap Jonas.
Setelah mendapat penjelasan dari Kepala Puskesmas Oesapa, Jonas Salean kemudian meminta Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang – Jemari Yoseph Dogon untuk menghubungi Kadis Kesehatan Kota Kupang – Dokter Retnowati. Jonas Salean pun sempat meminta berbicara dengan Kadis Retnowati untuk meminta penjelasan resmi. “Retnowati mengaku ke saya bahwa dia hanya menjalankan perintah,” kata Jonas.
Jonas kemudian mengaku sangat menyayangkan sikap dan keputusan yang diambil oleh Walikota Jefri Riwu Kore. Sebab bukannya mendukung warga Kota Kupang untuk bisa secepatnya mendapatkan vaksinasi secara menyeluruh agar terhindar dari bahaya Corona, malah membuat kegiatan vaksinasi menjadi terhenti di tengah jalan, dan bahkan menyebabkan warga terlantar.
“Saya heran dengan Walikota. Ini kan Walikota punya warga. Kita kan niatnya baik untuk membantu agar target pelaksanaan vaksin di Kota Kupang bisa mencapai dan selesai secepatnya. Kok bukannya didukung malah dihentikan ditengah jalan. Kalau memang tidak mau melayani vaksinasi bagi warga, seharusnya beritahu kami dari awal biar kami meminta bantuan Nakes dari pihak Rumah Sakit W. Z. Johannes Kupang,” tegasnya.
Jonas Salean juga menegaskan bahwa Partai Golkar rela menghadirkan Yellow Clinic yang bangunan serta fasilitasnya mencapai miliaran rupiah, itu bukan untuk kepentingan dan kebutuhan Partai Golkar sendiri. Namun itu lebih pada ketulusan Partai Golkar untuk membantu masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang dalam mendapatkan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan. “Kami siap berikan berbagai pelayanan kesehatan gratis di Yellow Clinic bagi masyarakat,” katanya.
Untuk itu, demi menghindari terjadinya bergejolak warga yang kecewa tidak mendapat pelayanan vaksinasi, Jonas mengaku, dirinya kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang sudah hadir, sekaligus menjelaskan bahwa para Nakes pulang karena mendapat perintah dari Kadis Kesehatan sesuai perintah dari Walikota Kupang untuk menarik pulang Nakes.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa apa yang disampaikannya kepada masyarakat bukan karena dirinya mau calon Walikota, tapi lebih pada fakta sesuai kejadian di lapangan. “Kalau soal Walikota mah saya sudah pernah jadi kok. Pemilihan juga masih 2024. Makanya saya omong, kalau Jefri Riwu Kore masih mau jadi Walikota ya fokus kerja yang baik saja lah. Saya bukan menghina Walikota. Saya tidak ada niat ke situ. Walikota yang harusnya merasa terhina kalau warganya tidak dilayani atau diperlakukan secara tidak baik oleh kami,” tutupnya. (Yantho Sulabessy Gromang)




