ini Hari Flashnews
Home » Kesehatan » Gaya Hidup Mempengaruhi Status Kesehatan Seseorang
258 views

Gaya Hidup Mempengaruhi Status Kesehatan Seseorang

Dokter Lowry Yunita, salah satu dokter ahli jantung di RS. Siloam Kupang.

Dokter Lowry Yunita, salah satu dokter ahli jantung di RS. Siloam Kupang.

Kupang, inihari.co- Status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh empat hal, yakni yang pertama dan utama adalah Gaya Hidup, kedua adalah Lingkungan, ketiga adalah Genetik, dan yang keempat adalah Pelayanan Kesehatan.

“Mengapa Gaya hidup atau perilaku menjadi pengaruh utama atas status kesehatan seseorang? Karena dengan gaya hidup yang kurang peduli terhadap kesehatan tubuh, seperti kurang menjaga pola makan atau sering tidak berpola hidup bersih, akan membuat seseorang bisa lebih mudah terkena penyakit,” kata Dokter Lowry Yunita yang merupakan salah satu dokter ahli jantung di Rumah Sakit Siloam Kupang, Sabtu (08/12/2018).

Menurut Lowry, empat faktor tadi juga berlaku pada penyakit jantung. Kebiasaan merokok, disertai sering makan makanan berlemak saat acara atau pesta, dan ditunjang oleh faktor keturunan, maka seseorang dapat dipastikan mudah terkena penyakit jantung.

Agar terhindar dari penyakit jantung, Lowry mengaku, setiap orang wajib mengontrol perilaku atau gaya hidup yang sehat. Salah satunya adalah dengan rajin berolahraga, selalu memperhatikan asupan makanan, hindari stres, berhenti merokok, rutin cek tensi dan kolesterol, batasi alkohol, dan jika perlu minum obat penyakit jantung secara teratur.

Namun jika seseorang merasa diri terindikasi menderita penyakit jantung, Lowry menghimbau agar segera melakukan pemeriksaan di RS Siloam Kupang. Sebab, selain memiliki tenaga dokter ahli jantung yang handal, RS Siloam juga sudah ditunjang dengan alat Cath Lab Kateterisasi Jantung yang bisa membantu penderita penyakit jantung mewujudkan kesehatannya. (Baca Berita Terkait: Peduli Kesehatan Jantung Masyarakat NTT, RS Siloam Hadirkan Cath Lab)

Sementara itu Dokter Emile Parapat, yang juga merupakan salah satu dokter ahli jantung di RS Siloam Kupang, menjelaskan bahwa di RS Siloam juga memiliki beberapa test untuk mendiagnosis seseorang menderita penderita penyakit jantung atau tidak.

Tes-tes tersebut menurutnya, biasa dilihat berdasarkan gejala dan ringkasan riwayat keluarga, dilanjuti dengan tes darah dan rontgen dada.

“Adapun tes lainnya yang biasa kami lakukan untuk mendiagnosis penyakit jantung bagi pasien, yakni dengan tes stres untuk memantau jantung selama periode aktivitas berat atau berolahraga, CT Scan tes menggunakan sinar X yang menciptakan tampilan jantung yang menyilang, dan beberapa test lainnya,” terangnya.

Terkait keberadaan Cath Lab Kateterisasi Jantung di RS Siloam, Emile Parapat mengaku akan sangat membantu para dokter ahli jantung di RS tersebut untuk memberi pelayanan kesehatan yang lebih maksimal bagi pasien penyakit jantung. “Masyarakat Kota Kupang dan NTT pada umumnya juga akan terbantu, sebab untuk penderita jantung sudah tidak lagi perlu rujukan ke luar daerah karena penanganannya sudah ada di Siloam,” tegasnya. (Yantho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>