Fransisco Bernando Bessi Pimpin Taekwondo NTT, Targetkan Prestasi Emas di PON 2028

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur resmi memiliki nahkoda baru. Melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (27/6/2026), Fransisco Bernando Bessi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengprov TI NTT masa bakti 2026–2030.

Musprov berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan dihadiri unsur Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, serta seluruh pengurus cabang kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Andi Astribhaskoro Emir, Pengurus PB TI Hendri Juanda, Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI NTT Yos Meba, beserta jajaran pengurus daerah yang menjadi peserta Musprov.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Fransisco Bessi menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia dan KONI NTT atas dukungan yang terus diberikan kepada perkembangan olahraga taekwondo di daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk menutup dinamika yang mewarnai proses pemilihan selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni membangun taekwondo NTT menjadi lebih maju. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk kembali bersatu demi kepentingan atlet dan prestasi daerah.

Fransisco menilai taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga prioritas di NTT yang mengalami perkembangan sangat pesat dalam satu dekade terakhir. Jika pada 2014 hanya terdapat sekitar 14 dojang di Kota Kupang, kini jumlahnya mendekati 60 dojang dengan hampir 3.000 atlet yang aktif berlatih.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan mengusung semangat “Bersatu Berprestasi” sebagaimana menjadi tagline Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia, Letjen TNI Richard Tampubolon. Menurutnya, persatuan menjadi fondasi utama sebelum organisasi berbicara mengenai prestasi.

Komitmen merangkul seluruh pengurus cabang juga menjadi prioritas kepemimpinannya. Fransisco memastikan tidak ada lagi sekat di antara pengurus maupun pelatih sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan menuju ajang-ajang nasional.

Fokus utama kepengurusan baru, lanjutnya, adalah mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, ketika Nusa Tenggara Timur menjadi tuan rumah bersama. Ia optimistis peluang meraih medali emas terbuka lebar apabila proses pembinaan dilakukan secara serius sejak sekarang.

Fransisco mengakui bahwa proses pemilihan ketua yang berlangsung cukup panjang telah menyita waktu pembinaan selama beberapa bulan. Karena itu, percepatan konsolidasi organisasi dinilai penting agar seluruh pelatih dan atlet segera kembali menjalani program latihan bersama secara intensif.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI NTT, Yos Meba, menyebut penunjukan NTT sebagai tuan rumah PON 2028 merupakan kepercayaan besar dari pemerintah pusat sekaligus momentum bersejarah bagi dunia olahraga daerah. Ia berharap seluruh cabang olahraga mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meningkatkan kualitas pembinaan sehingga sukses penyelenggaraan dapat berjalan seiring dengan sukses prestasi, termasuk menghadirkan medali emas dari cabang taekwondo.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *