• Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
Kamis, Maret 12, 2026
  • Login
Ini Hari
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil
No Result
View All Result
Ini Hari
No Result
View All Result
Home Konstruksi

PJN 2 – BPJN NTT Bangun Dinding Penahan Tanah di Ruas Jalan Mota’ain – Motamasin Yang Rawan Longsor

michlaura by michlaura
in Konstruksi, Nasional, NTT Ini Hari
0
PJN 2 – BPJN NTT Bangun Dinding Penahan Tanah di Ruas Jalan Mota’ain – Motamasin Yang Rawan Longsor

Kilometer 55, Desa Tohe - Kecamatan Raihat, Penanganan longsor dengan konstruksi DPT Beton dan Bored Pile

Share on Facebook Share
Share on Pinterest Pin it
Share on TwitterTweet
Send To Devices Send

Kupang, inihari.co- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah 2, terus melakukan penanganan pada ruas jalan di wilayah kerja mereka yang mengalami kerusakan akibat longsor di musim hujan.

Saat ini setidaknya ada 5 paket yang sementara dikerjakan oleh PJN 2 BPJN NTT pada ruas jalan Sabuk Merah sektor timur yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain kabupaten Belu dan PLBN Motamasin kabupaten Malaka.

Dari 5 paket yang dikerjakan, terdapat 2 paket Preservasi dan 3 paket penanganan longsor yang menjadi fokus kerja PJN 2 di tahun anggaran 2024 ini.

Paket preservasi sendiri adalah pekerjaan berupa perbaikan, pencegahan, serta upaya untuk memperlambat kerusakan jalan. Sementara paket penanganan longsor dikerjakan dengan metode mechanically stabilized earth (MSE) wall yakni pembuatan dinding penahan tanah (DPT) dengan pasangan batu serta beton dan bored pile atau pondasi tiang.

Untuk 3 paket penanganan longsor, 2 paket merupakan single years contract (SYC) atau pekerjaan dengan kontrak tahun tunggal dan 1 paket multi years contract (MYC) atau pekerjaan dengan kontrak tahun jamak.

Kilometer 28, Desa Bauho – Tasifeto Timur. Penanganan longsor dengan konstruksi DPT Pasangan Batu

Zulkifli Arif selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2  yang menangani pekerjaan, saat diwawancarai di Kupang pada Selasa (26/03/2024), mengatakan, penanganan longsor pada ruas jalan Sabuk Merah sektor timur sepanjang 180 kilometer di kabupaten Belu hingga Malaka tahun anggaran 2024 sebanyak 35 titik. MYC atau kontrak tahun jamak akan menangani 20 titik, sementara SYC atau kontrak tahun tunggal menangani 15 titik.

“MYC dan SYC longsoran yang ditangani tahun 2024 ini totalnya 35 titik dengan biaya sebesar 165 miliar rupiah. Dari total tersebut, 105 miliar rupiah diantaranya diperuntukan pada penanganan longsor MYC,” terangnya.

Saat ini progres pekerjaan untuk SYC yang penandatanganan kontraknya dilakukan pada bulan Februari lalu telah mencapai 5 persen. Sesuai target akan selesai pada Desember 2024 nanti sesuai waktu yang ditentukan.

Sementara untuk pekerjaan MYC yang sudah dilakukan sejak 2023 lalu, progresnya kini mencapai 43 persen, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2024 mendatang.

Kilometer 36, Desa Sarabau – Tasifeto Timur, Penanganan longsor dengan konstruksi DPT Pasangan Batu

Sebelumnya, Lukman selaku K3 pada PT. Batara Jaya Indoteknik, yakni perusahaan pemenang tender yang mengerjakan paket MYC longsoran Mota’ain – Motamasin, saat ditemui di Atambua, kabupaten Belu pada Sabtu (23/03/2024), mengatakan, pihaknya telah bekerja sejak bulan Juli 2023.

Menurutnya, kendala yang sering dihadapi adalah curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan longsor pada akses jalan menuju lokasi kerja. Selain itu, hujan juga merusak pekerjaan yang sedang mereka lakukan.

“Kami tangani 20 titik longsor. Penanganannya ada yang menggunakan metode konstruksi DPT pasangan batu, ada juga dengan konstruksi DPT pemasangan beton dan bored pile,” ujarnya.

Lukman mengaku, sesuai target maka pekerjaan penanganan longsor yang dikerjakan PT. Batara Jaya Indoteknik di ruas jalan Sabuk Merah sektor timur sepanjang Mota’ain – Motamasin tersebut akan selesai pada Agustus 2024 mendatang. (Yantho Sulabessy Gromang)

Satker PJN 2 NTT Siaga Tangani Longsor Akibat Hujan di Sepanjang Jalan Penghubung PLBN Mota’ain dan PLBN Motamasin

Capaian Awal Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste Minus Dari Target

Post Views: 720
Tags: BPJN NTT
Advertisement Banner
Previous Post

Pasca Pileg 2024, 22 Wakil Rakyat Wajah Baru Bakal Hiasi DPRD Kota Kupang

Next Post

BKKBN Perwakilan Provinsi NTT Gelar Rakerda Bangga Kencana Tahun 2024

michlaura

michlaura

Next Post
BKKBN Perwakilan Provinsi NTT Gelar Rakerda Bangga Kencana Tahun 2024

BKKBN Perwakilan Provinsi NTT Gelar Rakerda Bangga Kencana Tahun 2024

Discussion about this post

Iklan Sidebar

Arsip

Recent News

Gas LPG Tembus Rp400 Ribu Jelang Hari Raya, Randi Daud Kecam Pembiaran Pemkot Kupang dan Soroti Peran SPPG MBG

Gas LPG Tembus Rp400 Ribu Jelang Hari Raya, Randi Daud Kecam Pembiaran Pemkot Kupang dan Soroti Peran SPPG MBG

Reses Ikhsan Darwis di Oesapa: Drainase Tersumbat, Jalan ke Pasar Rusak, Sampah Menumpuk

Randi Daud Soroti Rencana Pemberhentian Ribuan PPPK di Kota Kupang

Categories

  • Ekbis
  • Entertainment
  • Hukrim
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Konstruksi
  • Kupang Metro
  • Kupang Oelamasi
  • Nasional
  • NTT Ini Hari
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Polkam
  • Profil
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • NTT Ini Hari
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Wisata
  • Profil

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In