
Kupang, inihari.co- Akibat jumlah kendaraan yang terus bertambah tanpa diiringi dengan pembukaan jalur baru atau pelebaran jalur utama, maka Kota Kupang kini sering mengalami kemacetan di beberapa ruas yang ramai dilalui arus lalu lintas. Untuk itu, agar masalah kemacetan di Kota Kupang bisa diatasi, Dinas Perhubungan Kota Kupang dinilai harus bisa mencari solusi, yakni dengan membuka jalur satu arah di beberapa wilayah yang dimungkinkan.
Hal ini dikatakan ketua Fraksi Gabungan Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Kupang – Daniel Hurek pada hari Kamis, 06 Desember 2018.
Menurut Hurek, seluruh pihak yang terkait harus mulai berpikir cara mengatasi kemacetan di Kota Kupang, sebab Kota Kupang kini terus mengalami perkembangan, baik jumlah penduduk maupun kepadatan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan lalu-lintas.
Hurek mencontohkan, di jalan Ahmad Yani, masyarakat Kelurahan Merdeka dan Oeba menginginkan agar jalur sekolah di wilayah tersebut bisa melalui jalan Kartini. Tujuannya agar beban di jalan Ahmad Yani menjadi berkurang.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang – Merry Salouw mengingatkan Dinas Perhubungan untuk menerapkan semua aturan dengan lebih tegas. Penempatan rambu-rambu lalu-lintas harus diperhatikan secara baik, dan dilakukan pemasangan baru jika masih ada tempat strategis yang belum terpasang.
Selain itu, bantuan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan lalu berupa Bus, harus ditempatkan pada trayek yang benar-benar membutuhkan keberadaan alat transportasi, khususnya pada wilayah yang selama ini belum ter- layani.
Untuk diketahui, dalam pembahasan Badan Anggaran untuk APBD Murni tahun 2019 lalu, anggaran bagi Dinas Perhubungan telah dialokasikan sebesar 13 miliar rupiah. Anggaran tersebut terdiri atas belanja tidak langsung sebesar 5 miliar rupiah dan belanja langsung sebesar 8 miliar rupiah. (Yantho)




