
Kupang, inihari.co- Sejak peralihan pekerjaan dari pelaksana lama ke pelaksana baru pada bulan September lalu, pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan Nusa Tenggara Timur Fair dengan nilai kontrak sebesar 29 miliar 919 juta rupiah yang sempat tertunda, kini sudah berlanjut dan mencapai 27 persen dari total pembangunan.
Kepala Proyek Pembangunan Fasilitas Pameran NTT Fair – Widianto mengatakan, pasca peralihan pihaknya langsung menggunakan berbagai metode untuk mempercepat fisik pekerjaan untuk mengejar minus yang ditinggalkan oleh pelaksana lama.
“Untuk mempercepat proses pekerjaan fisik gedung pusat pameran, kami berlakukan 24 jam kerja setiap hari. Pemberlakuan jam kerja tersebut ditangani oleh tiga tim dengan menggunakan metode “shift”.
Kini, setelah satu bulan dikerjakan pasca peralihan, fisik bangunan sudah mencapai 27 persen. Untuk itu kami tergetkan, di awal bulan Desember mendatang kami sudah dapat lakukan pengatapan gedung,” kata Widianto, Rabu (14/11/2018).
Penambahan jam kerja hingga 24 jam yang diberlakukan Widianto, melibatkan 165 orang tenaga kerja buruh dan tenaga ahli. Dari penambahan tersebut, ditargetkan fisik gedung pusat pameran NTT sudah bisa rampung dikerjakan pada akhir bulan Desember sesuai kontrak kerja.

Widianto mengaku, sejak satu bulan pekerjaan pasca peralihan, sudah terjadi perkembangan fisik yang signifikan. Progress atau kemajuan pemasangan tiang dan pondasi sekaligus lantai dua gedung terus meningkat secara cepat, sehingga dipastikan pada akhir bulan November sudah bisa dilakukan pasangan tembok gedung.
“Semua material sudah kami siapkan, baik itu keramik, tangga eskalator, rangka atap dan bahan lainnya sudah dalam tahapan pengiriman ke Kupang. Banyak material yang harus didatangkan dari luar Negeri, sehingga kami harapkan bisa sampai tepat waktu,” jelasnya.
Widianto pastikan, pada akhir bulan Nopember nanti fisik gedung sudah mencapai 40 persen lebih, sehingga diakhir Desember sudah dilakukan pengerjaan tahap akhir atau finishing. (Yantho)




