{"id":8399,"date":"2026-04-22T22:34:14","date_gmt":"2026-04-22T15:34:14","guid":{"rendered":"https:\/\/inihari.co\/?p=8399"},"modified":"2026-09-17T01:16:03","modified_gmt":"2026-09-16T18:16:03","slug":"pemkot-kupang-susun-langkah-penanganan-longsor-di-manulai-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=8399","title":{"rendered":"Pemkot Kupang Susun Langkah Penanganan Longsor di Manulai II"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Pemerintah Kota Kupang menyusun langkah penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Kupang, Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H. Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, pemerintah kelurahan, serta perwakilan masyarakat untuk membahas kondisi dan kebutuhan warga yang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang Miky Oktovianus Smaut Natun, S.T., M.Si. menyampaikan hasil peninjauan lapangan mengenai kondisi tebing Kali Manulai II.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Miky, kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada kondisi darurat, tetapi juga mempertimbangkan upaya teknis untuk mencegah risiko longsor kembali terjadi di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu langkah yang dibahas adalah koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk penanganan teknis yang sesuai dengan kondisi sungai dan tebing di lokasi terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain penanganan infrastruktur, pemerintah juga mempertimbangkan keselamatan warga yang tinggal di area rawan. Opsi relokasi masyarakat yang berada di kawasan terdampak menjadi salah satu hal yang turut dibahas dalam rapat koordinasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Kupang Jean Malelak, S.T., MM. mengatakan, langkah darurat telah dilakukan melalui asesmen terhadap dampak bencana dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, penanganan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan untuk mendukung pemulihan sekaligus mengurangi risiko bencana dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lurah Manulai II Meksain Mauk, S.Sos., M.M. bersama Ketua LPM Kelurahan Manulai II Hanock Bolla menyampaikan kondisi terkini serta kebutuhan masyarakat. Mereka berharap penanganan permanen dapat dilakukan di kawasan yang dinilai rawan longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain mempercepat penanganan teknis melalui koordinasi Dinas PUPR dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta melibatkan masyarakat dalam mitigasi bencana. Sekda Kota Kupang menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan langkah terencana, terpadu, dan berkelanjutan untuk memberikan perlindungan kepada warga di kawasan rawan bencana. <strong>(Yantho Sulabessy Gromang)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Pemerintah Kota Kupang menyusun langkah penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=8399\" title=\"Pemkot Kupang Susun Langkah Penanganan Longsor di Manulai II\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8371,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-kupang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8399"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8418,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8399\/revisions\/8418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8399"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}