{"id":8181,"date":"2026-08-09T13:12:52","date_gmt":"2026-08-09T06:12:52","guid":{"rendered":"https:\/\/inihari.co\/?p=8181"},"modified":"2026-08-09T13:32:09","modified_gmt":"2026-08-09T06:32:09","slug":"reses-satario-pandie-di-oesapa-warga-soroti-jalan-setapak-sumur-peresapan-pendataan-mahasiswa-ber-ktp-daerah-dan-kuota-minyak-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=8181","title":{"rendered":"Reses Satario Pandie di Oesapa, Warga Soroti Jalan Setapak, Sumur Peresapan, Pendataan Mahasiswa Ber-KTP Daerah dan Kuota Minyak Tanah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus adalah <strong>Ketua DPC PKB Kota Kupang<\/strong>, <strong>Satario Julius Pandie, S.E., M.M.<\/strong>, menyoroti persoalan pendataan mahasiswa dari luar daerah serta kebutuhan minyak tanah yang mencuat dalam kegiatan reses di Jalan Suratim, RT 13\/RW 05, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reses tersebut menjadi ruang bagi Satario untuk menyerap secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain persoalan administrasi kependudukan, warga turut menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan setapak yang sudah lama rusak dan belum di kerjakan, lampu penerangan jalan, serta sumur peresapan karena sering terjadi genangan air yang besar, dan saluran drainase.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Patriks Pau itu, di hadiri juga oleh Ketua RT 13 dan Ketua RT 14 Jidon Balla, dalam Diskusi lepas masyarakat berbicara juga terkait keberadaan mahasiswa dari luar daerah yang tinggal di wilayah Oesapa selama menempuh pendidikan di Kota Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut masyarakat, sebagian mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di NTT ke Kota Kupang masih menggunakan KTP dari daerah asal. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan pemerintah maupun aparat dalam melakukan penelusuran apabila terjadi pelanggaran keamanan dan ketertiban umum di lingkungan tempat mereka tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan itu kemudian mendapat perhatian Satario. Ia mengatakan akan juga akan meneruskan ke Pemerintah Kota Kupang agar mempertimbangkan regulasi mengenai identitas sementara bagi mahasiswa pendatang, sehingga keberadaan mereka dapat terdata secara jelas selama menjalani masa pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8187\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"1369\" height=\"770\" srcset=\"https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon.jpg 1369w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon-200x112.jpg 200w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon-300x170.jpg 300w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297126_11zon-768x432.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1369px) 100vw, 1369px\" \/><\/a>\u201cPaling tidak mereka datang dan mengurus identitas sementara. Dari situ pendataan mereka jelas, sehingga kalau terjadi sesuatu, pemerintah tahu mereka tinggal di mana,\u201d kata Satario.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Kupang dapat menetap dalam waktu cukup panjang. Mahasiswa program diploma dapat tinggal sekitar tiga tahun, sementara mahasiswa program sarjana bisa mencapai empat hingga lima tahun. Karena itu, keberadaan mereka tidak bisa dipandang sebagai persoalan sementara, tetapi telah menjadi bagian dari dinamika sosial dan ekonomi Kota Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satario menegaskan, pendataan tersebut bukan semata-mata dimaksudkan sebagai instrumen pengawasan. Data yang akurat justru dapat membantu pemerintah memahami karakteristik penduduk sementara sekaligus mengoptimalkan potensi kontribusi mahasiswa terhadap kehidupan sosial dan ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut mekanisme identitas penduduk sementara yang diterapkan di Bali sebagai salah satu referensi yang dapat dipelajari Pemerintah Kota Kupang. \u201cIni usulan masyarakat. Pemerintah bisa melihat kemungkinan membuat regulasi yang sesuai dengan kondisi Kota Kupang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain persoalan administrasi mahasiswa, warga juga menyoroti kebutuhan minyak tanah. Mereka meminta adanya penambahan kuota karena pengguna minyak tanah di Oesapa bukan hanya warga yang memiliki KTP Kota Kupang, tetapi juga mahasiswa dari berbagai daerah yang tinggal di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8186\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon.jpg\" alt=\"\" width=\"1452\" height=\"816\" srcset=\"https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon.jpg 1452w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon-200x112.jpg 200w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon-300x170.jpg 300w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1002297129_11zon-768x432.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1452px) 100vw, 1452px\" \/><\/a>Satario menilai, persoalan itu menunjukkan bahwa perhitungan kebutuhan minyak tanah di kawasan Oesapa tidak cukup hanya berdasarkan jumlah kepala keluarga yang tercatat melalui KTP Kota Kupang. Karakter Oesapa sebagai salah satu kawasan hunian mahasiswa perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan riil di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berkomitmen membawa aspirasi tersebut untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD, sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait agar persoalan kuota minyak tanah dapat memperoleh solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, warga juga menyampaikan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah. Kesulitan memperoleh penghasilan membuat sebagian warga bahkan harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyikapi kondisi tersebut, Satario secara spontan memberikan bantuan beras masing-masing 5 kilogram kepada warga yang dinilai membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan menggunakan dana pribadi, bukan anggaran reses, karena kebutuhan bantuan sosial semacam itu tidak diakomodasi dalam anggaran kegiatan reses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pribadi Satario terhadap warga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, sekaligus penegasan bahwa reses bukan hanya momentum menyerap aspirasi, tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi. <strong>(Yantho Sulabessy Gromang)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus adalah Ketua DPC <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=8181\" title=\"Reses Satario Pandie di Oesapa, Warga Soroti Jalan Setapak, Sumur Peresapan, Pendataan Mahasiswa Ber-KTP Daerah dan Kuota Minyak Tanah\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[909],"newstopic":[],"class_list":["post-8181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-kupang","tag-satario-julius-pandie"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8181"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8192,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8181\/revisions\/8192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8181"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}