{"id":8161,"date":"2026-08-07T12:20:32","date_gmt":"2026-08-07T05:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/inihari.co\/?p=8161"},"modified":"2026-08-07T12:20:32","modified_gmt":"2026-08-07T05:20:32","slug":"reses-randi-daud-di-naikoten-2-warga-soroti-pajak-hingga-minim-bantuan-usaha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=8161","title":{"rendered":"Reses Randi Daud di Naikoten 2, Warga Soroti Pajak hingga Minim Bantuan Usaha"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Keluhan terhadap beban pajak dan retribusi daerah serta minimnya dukungan untuk usaha kecil menjadi sorotan warga saat Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Golkar, <strong>Randi Daud, S.ST.<\/strong>, menggelar reses tahap III Tahun Sidang 2025\/2026 di RT 06\/RW 03, Kelurahan Naikoten 2, Kecamatan Kota Raja, Kamis (06\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga mengaku belum banyak mendapat perhatian berupa bantuan sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga membuka akses permodalan agar warga bisa menjalankan usaha kecil dan meningkatkan pendapatan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam forum tersebut, warga juga mengkritisi kebijakan pemerintah daerah yang dinilai semakin membebani masyarakat melalui pajak dan retribusi. Mereka meminta agar nilai pajak parkir dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ditinjau kembali, terutama bagi masyarakat yang kemampuan ekonominya terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga berharap pemerintah tidak semata-mata mengandalkan peningkatan pajak dan retribusi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut mereka, pemerintah perlu mencari sumber pendapatan baru melalui inovasi dan optimalisasi potensi daerah tanpa menambah beban masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan administrasi perpajakan turut dikeluhkan. Warga mengaku ada kasus ketika seseorang telah membayar kewajibannya, tetapi masih tercatat memiliki tunggakan. Nama wajib pajak dan tagihan yang sudah dibayar disebut masih muncul dalam sistem sehingga warga kembali ditagih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga meminta sistem administrasi pajak diperbaiki agar pembayaran dapat langsung tercatat secara akurat. Mereka juga berharap pemerintah menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah ketika terjadi kesalahan pencatatan sehingga masyarakat tidak dirugikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain persoalan pajak, warga meminta pemerintah memperbanyak pelatihan kewirausahaan. Pelatihan dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat menopang perekonomian keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Randi mengatakan seluruh aspirasi tersebut menjadi catatan penting untuk dibawa dalam pembahasan di DPRD. Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan kebijakan peningkatan PAD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal daerah tidak justru mempersempit ruang gerak masyarakat kecil. Peningkatan pendapatan daerah, kata dia, harus dilakukan dengan memperluas potensi ekonomi, memperbaiki pelayanan, dan menciptakan iklim usaha yang sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Randi juga mendorong agar program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dibuat lebih konkret dan berkelanjutan. Dengan keterampilan dan akses usaha yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu membangun sumber pendapatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. <strong>(Yantho Sulabessy Gromang)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Keluhan terhadap beban pajak dan retribusi daerah serta minimnya dukungan untuk usaha kecil <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=8161\" title=\"Reses Randi Daud di Naikoten 2, Warga Soroti Pajak hingga Minim Bantuan Usaha\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[619],"newstopic":[],"class_list":["post-8161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-kupang","tag-randi-daud"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8161"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8167,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8161\/revisions\/8167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8161"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}