{"id":7487,"date":"2026-03-07T16:05:16","date_gmt":"2026-03-07T09:05:16","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=7487"},"modified":"2026-03-07T16:05:16","modified_gmt":"2026-03-07T09:05:16","slug":"peredaran-atonik-palsu-dilaporkan-ke-aparat-fransisco-bessi-minta-pelaku-hentikan-aktivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=7487","title":{"rendered":"Peredaran ATONIK Palsu Dilaporkan ke Aparat, Fransisco Bessi Minta Pelaku Hentikan Aktivitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Peredaran produk zat pengatur tumbuh tanaman ATONIK palsu di pasaran mendapat perhatian serius dari pihak produsen. Kuasa hukum PT OAT Mitoku Agrio, <strong>Fransisco Bessi<\/strong>, menyatakan perusahaan telah melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum karena dinilai merugikan petani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fransisco mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi berbagai pihak yang diduga terlibat dalam produksi dan distribusi produk ATONIK palsu tersebut. Menurutnya, proses penelusuran telah dilakukan secara mendalam oleh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudah teridentifikasi semua, bagaimana cara mereka membuat produk palsu itu, siapa orangnya, dan tempatnya di mana,\u201d ujar Fransisco.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan agar pihak-pihak yang masih memproduksi maupun mengedarkan ATONIK palsu segera menghentikan aktivitas tersebut. Produk palsu, kata dia, tidak hanya merugikan perusahaan tetapi juga berdampak langsung terhadap petani sebagai pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fransisco, petani merupakan kelompok yang paling dirugikan apabila menggunakan produk yang tidak asli. Pasalnya, petani berharap memperoleh hasil panen yang maksimal dari penggunaan produk tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPetani ini adalah penyangga dasar republik ini. Bagaimana petani yang mau mengembangkan usahanya malah ditipu dengan produk palsu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli produk ATONIK, terutama melalui jalur penjualan daring. Konsumen diminta memastikan produk yang dibeli berasal dari jalur distribusi resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan agar petani dapat memperoleh manfaat maksimal dari penggunaan produk tersebut dalam kegiatan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, perusahaan juga terus mendorong peningkatan pemanfaatan produk ATONIK untuk mendukung produktivitas pertanian di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur PT OAT Mitoku Agrio, Suryadi Jaya, menyebut produk ATONIK telah hadir di Indonesia selama hampir setengah abad. Pada tahun 2026 ini, produk tersebut genap berusia 50 tahun di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Direktur PT Mitoku Sukses Makmur, Agustinus Tamo Mbapa, mengatakan ATONIK mulai diperkenalkan di NTT sekitar tahun 2020 melalui demonstrasi plot atau demplot pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak saat itu, penggunaan ATONIK terus berkembang dan kini telah digunakan oleh petani di berbagai wilayah NTT, dengan sejumlah daerah melaporkan peningkatan produksi pertanian. <strong>(*\/YSG)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Peredaran produk zat pengatur tumbuh tanaman ATONIK palsu di pasaran mendapat perhatian serius <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=7487\" title=\"Peredaran ATONIK Palsu Dilaporkan ke Aparat, Fransisco Bessi Minta Pelaku Hentikan Aktivitas\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,7,18,1],"tags":[397],"newstopic":[],"class_list":["post-7487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekbis","category-hukrim","category-kota-kupang","category-nttinihari","tag-fransisco-bernando-bessi"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7490,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7487\/revisions\/7490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7487"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}