{"id":5045,"date":"2022-06-28T07:54:01","date_gmt":"2022-06-28T00:54:01","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=5045"},"modified":"2022-06-28T07:54:01","modified_gmt":"2022-06-28T00:54:01","slug":"ptt-di-kecamatan-alak-mengeluh-penambahan-penghasilan-bulan-mei-belum-dibayar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=5045","title":{"rendered":"PTT di Kecamatan Alak Mengeluh, Penambahan Penghasilan Bulan Mei Belum Dibayar"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4995\" aria-describedby=\"caption-attachment-4995\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4995\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila.jpg 1000w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila-300x150.jpg 300w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila-768x384.jpg 768w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila-660x330.jpg 660w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Anggota-DPRD-Kota-Kupang-asal-Partai-Golkar-\u2013-Alfred-Djami-Wila-995x498.jpg 995w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4995\" class=\"wp-caption-text\">Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Golkar \u2013 Alfred Djami Wila<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Proses pembayaran Tambahan Penghasilan sebesar 500 ribu rupiah yang biasa diterima bersamaan dengan penerimaan gaji bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Kupang, menuai protes. Protes tersebut datang dari PTT di Kecamatan Alak yang ada di sejumlah Kelurahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut salah satu PTT di salah satu Kelurahan di Kecamatan Alak yang tak ingin namanya disebut, mengatakan, sampai saat ini dirinya bersama para PTT lain di Kecamatan Alak belum menerima dana tambahan penghasilan khusus untuk bulan Mei. Sedangkan tambahan penghasilan bulan Juni telah mereka terima tanpa masalah seperti bulan sebelumnya yakni Januari hingga April.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi kami biasanya setiap bulan selalu menerima gaji 2 juta rupiah ditambah 500 ribu rupiah tambahan penghasilan. Sehingga, total penerimaan kami per bulan sebesar 2 juta 500 ribu rupiah. Namun yang kami sayangkan, kenapa khusus untuk bulan Mei sampai hari ini tidak kami dapatkan,\u201d ujarnya, Senin (27\/06\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan, awalnya dirinya bersama rekan PTT lain berharap agar penambahan penghasilan untuk bulan Mei yang belum sempat diterima, akan dibayarkan bersamaan dengan gaji dan penambahan penghasilan bulan Juni. Namun di saat penerimaan gaji bulan Juni, ternyata hal itu tidak terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenambahan penghasilan sebesar 500 ribu rupiah itu kan hak kami yang wajib diterima setiap bulan sejak Januari 2022 lalu. Tapi mengapa dari bulan Januari sampai April dibayarkan, tapi bulan Mei tidak. Kemudian di bulan Juni dibayarkan lagi tanpa membayar jatah bulan Mei yang terlewatkan,\u201d katanya sembari bertanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dirinya takut jika hak para PTT di sejumlah Kelurahan di Kecamatan Alak terhadap penambahan penghasilan bulan Mei dihilangkan begitu saja tanpa ada penjelasan. Dirinya takut uang tersebut \u201changus\u201d tanpa ada klarifikasi dari pemerintah Kota Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tidak ingin seiring waktu lalu pemerintah seolah-olah melupakan hak kami di bulan Mei. Masa semua PTT di Dinas-Dinas maupun Kelurahan di Kecamatan-Kecamatan lain menerima hak mereka termasuk untuk bulan Mei, tapi PTT di Kelurahan se Kecamatan Alak tidak menerimanya,\u201d ungkapnya gelisah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang \u2013 Alfred Djami Wila yang dikonfirmasi menyangkut persoalan tersebut, mengatakan bahwa jika benar hal itu terjadi maka pemerintah wajib memberikan penjelasan dan klarifikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, penambahan gaji bagi PTT merupakan kesepakatan pemerintah dan DPRD dalam sidang APBD Murni yang tentunya telah ditindaklanjuti melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang. Sehingga, total gaji PTT sebesar 2 juta 500 ribu rupiah memang sudah wajib diberikan setiap bulan oleh pemerintah kepada PTT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah tidak ada alasan untuk tidak memberikan hak para PTT. Apalagi kalau yang lainnya lancar tapi di Kelurahan se Kecamatan Alak yang bermasalah. Itu tidak boleh terjadi. Akan menjadi tanda tanya besar jika mereka tidak membayarkan hak PTT di bulan Mei,\u201d ujarnya, Selasa (28\/06\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alfred Djami Wila menjelaskan, hak PTT harusnya diberikan sesuai apa yang sudah ditetapkan. Tujuannya agar uang yang sudah dianggarkan oleh pemerintah dapat tersalur sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah seharusnya menjalankan apa yang sudah disepakati bersama dengan DPRD secara baik. Hak PTT di Kecamatan Alak harus dibayar penuh, jangan ada lompat-lompat, bulan ini bayar, lalu bulan lain tidak,\u201d tegasnya. <strong>(Yantho Sulabessy Gromang)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Proses pembayaran Tambahan Penghasilan sebesar 500 ribu rupiah yang biasa diterima bersamaan dengan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=5045\" title=\"PTT di Kecamatan Alak Mengeluh, Penambahan Penghasilan Bulan Mei Belum Dibayar\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1],"tags":[372],"newstopic":[],"class_list":["post-5045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-kupang","category-nttinihari","tag-alfred-djami-wila"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5045"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5045\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5046,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5045\/revisions\/5046"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5045"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}