{"id":1251,"date":"2015-02-02T09:12:51","date_gmt":"2015-02-02T09:12:51","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=1251"},"modified":"2015-03-07T06:03:06","modified_gmt":"2015-03-07T06:03:06","slug":"kemiskinan-di-ntt-berkurang-jadi-1960-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inihari.co\/?p=1251","title":{"rendered":"Kemiskinan di NTT Berkurang Jadi 19,60 Persen"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1252\" aria-describedby=\"caption-attachment-1252\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/rakor-gubernur.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1252\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/rakor-gubernur.jpg\" alt=\"Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi NTT dengan Para Bupati dan Walikota se NTT, Senin (2\/2) foto\/flobamora.net\" width=\"660\" height=\"330\" srcset=\"https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/rakor-gubernur.jpg 660w, https:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/rakor-gubernur-300x150.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1252\" class=\"wp-caption-text\">Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi NTT dengan Para Bupati dan Walikota se NTT, Senin (2\/2) foto\/flobamora.net<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co<\/strong> &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengatakan, hingga November 2014, angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur berkurang menjadi 19,06 persen, dari jumlah penduduk sebanyak 5,4 juta jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSecara nasional, angka kemiskinan berkisar antara 9 \u2013 10 persen. Nanti pada Maret mendatang akan ada data baru yang dikeluarkan BPS,\u201d kata Lebu Raya di Kupang, Senin (2\/2) saat memberikan arahan pada Rakor antara Pemprov NTT dengan para bupati dan walikota di daerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, angka kemiskinan di NTT terus menurun, jika dibandingkan dengan delapan provinsi lainnya di Indonesia yang angka kemiskinan masih meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepada para bupati dan walikota dia meminta untuk terus memperhatikan pelayanan dasar kepada masyarakat dengan standar pelayanan maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUpaya lain yang harus dilakukan, adalah meningkatkan program berbasis desa dengan mereplikasi program pemerintah pusat dan provisni serta mengedepankan program pro rakyat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia meminta pemerintah kabupaten dan kota jangan menganggap program provinsi yang digulirkan ke daerah tidak perlu dilaksanakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dItu adalah pandangan yang keliru. Padahal, apa yang dilakukan pemerintah provinsi juga untuk mensejahterakan rakyat. Untuk itu Tim penanggulangan kemiskinan di daerah perlu lebih berperan aktif,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk tetap bersinergi melaksanakan Program Anggur Merah. Sebab, program tersebut tidak ada urusan dengan politik.Semuanya demi kepentingan rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata dia, hingga tahun 2014 ini ada 1480 desa dan kelurahan yang sudah dapat dana Anggur Merah, yang akan ditambah lagi 589 desa dan kelurahan di tahun 2015.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dSejak bergulirnya ProgramAnggur Merah, ada 11.661 kelompok ekonomi produktif, 907 koperasi di desa dengan jumlah dana yang sudah digelontorkan sekitar Rp 500 miliar. Selain itu sudah pula dibangun 7.400 rumah,karena setiap desa penerima dana itu akan dibangun lima rumah. Ini juga menghidupkan kembali semangat gotong-royong di kalangan masyarakat,\u201d ujarnya.(flobamora.net)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengatakan, hingga November 2014, angka <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/inihari.co\/?p=1251\" title=\"Kemiskinan di NTT Berkurang Jadi 19,60 Persen\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nttinihari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1251"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1253,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1251\/revisions\/1253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1251"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}