ini Hari Flashnews
Home » Ekbis » Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa, Bank NTT Gelar Festival Desa Binaan

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa, Bank NTT Gelar Festival Desa Binaan

Foto Bersama Usai Jumpa Pers

Foto Bersama Usai Jumpa Pers

Kupang, inihari.co- PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menyelenggarakan program Festival Desa Binaan Bank NTT di seluruh Kantor Cabang Bank NTT. Festival ini merupakan implementasi dari misi Bank NTT yaitu sebagai Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat sekaligus menggali sumber potensi daerah untuk diusahakan secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat NTT.

Secara umum, tujuan diselenggarakan festival ini antara lain adalah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang Multiply Effect serta menciptakan desa binaan yang mandiri dan berbasis digital. Selain itu, juga bertujuan untuk mensentralisasi produk perbankan baik itu produk Dana PihakKetiga (DPK) dan Kredit, serta sebagai media promosi dan pemasaran produk Bank NTT, sebagai Pilot Project pengembangan Desa Binaan Bank NTT dan menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dalam jumpa pers yang digelar di lantai 5 Bank NTT pada Selasa, 20 April 2021, mengatakan, Festival Desa Binaan Bank NTT sudah diselenggarakan sejak tanggal 1 April 2021, dan akan berakhir hingga 1 Juli 2021. Sementara pengumuman pemenang sesuai rencana akan digelar pada tanggal 17 Juli 2021.

Hadir dalam jumpa pers, Paul Stefen Mesakh selaku Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut, dewan juri yang terdiri dari Regulator/Bank Indonesia – Handrianus Asa, Ketua Kadin Provinsi NTT – Abraham Paul Liyanto, Akademisi/Dosen – Dr. James Adam, perwakilan pemerintah dari Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif NTT – Joni Lie Rohi Lodo, Regulator/Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Dony Prasetyo dan Konsultan Humas Bank NTT – Stanley Boymau.

Menurut Alexander Riwu Kaho, sudah ada 23 peserta yang mendaftar dalam Festival tersebut. Ke 23 peserta itu terdiri dari 23 Kantor Cabang Bank NTT yang ada di wilayah NTT, dengan masing-masing kantor cabang menyodorkan 1 hingga 2 desa yang menjadi lokus binaan untuk berkompestisi dalam festival tersebut.

Ke 23 Kantor Cabang yang ikut sebagai peserta itu antara lain, Cabang Kota Kupang dengan lokus binaan di Lasiana, Cabang Maumere di Kawasan Uma Ata, Cabang Atambua di Kolam Susuk dan Fulan Fehan, Cabang Ende di Kecamatan Detusoko, Cabang Waingapu di kawasan Priemadita, Cabang Ruteng di Liang Bua, Cabang Kefamenanu di Wini, Eban, dan Tanjung Bastian, Cabang Soe di kawasan Mutis, Fatumnasi, Fatukopa dan Oetune, Cabang Waikabubak di Kota Waikabubak, Lapale dan Payili Dobba, Cabang Lewoleba di Lamalera, Cabang Larantuka di Kota Larantuka dan Pantai Meko Adonara, Cabang Bajawa di Kawasan Soa, Manulalu, dan Kampung Adat Bena, Cabang Rote Ndao di Mulut Seribu, Kota Ba’a dan Tolanamon, Cabang Kabupaten Kupang di Tablololong dan Noelbaki, Cabang Sabu Raijua di Kalabba Madja dan Kampung Adat Namata, Cabang Labuan Bajo di Batu Cermin, Waebobok dan Kawasan Terang, Cabang Waitabula di Ratenggaro, Walleo dan Watu Maladong, Cabang Mbay di kawasan 17 Pulau Riung, Cabang Kalabahi di Kawasan Moru, Cabang Anakalang di Kampung Adat Laitarung, Matayangu dan Kondamaloba, Cabang Oelamasi di Pantai Liman Semau dan Fatuleu, Cabang Borong di Danau Ranamese dan Menara Padang, dan Cabang Malaka di Motadikin, Malaka Tengah dan Desa Fahiluka.

Dr. Jems Adam selaku ketua dewan juri, mengatakan, sebagai prosedur pelaksanaan dalam mengikui festival antara lain adalah kantor cabang selaku peserta wajib melakukan identifikasi desa yang akan diikutkan dalam festival desa binaan dan identifikasi yang dilakukan kantor Cabang berdasarkan pada potensi wilayah masing-masing desa antara lain potensi sumber daya manusia, potensi sumber daya alam/lingkungan dan potensi perekonomian masyarakat desa dimaksud.

“Selain itu, kantor Cabang menerima profil desa binaan dan melakukan proses elektronifikasi jenis produk dan jasa yang akan dipasarkan/dijual, serta wajib membuat foto dan video desa binaan yang memuat aktivitas ekonomi, aktivitas perbankan dan penggunaan elektronifikasi produk yang ada dalam desa tersebut,” terang James.

Lebih lanjut James Adam mengatakan, kantor Cabang juga wajib memasukan jenis produk dan jasa yang akan di pasarkan secara elektronifikasi (setiap produk dan jasa dibuatkan barcode produk), wajib membuat foto dan video desa binaan sesuai dengan kriteria video yang telah di tentukan, dan Setiap transaksi pembelian produk dan pembayaran jasa harus menggunakan fasilitas pembayaran Non Tunai (QRIS Bank NTT).

Untuk diketahui, dalam Festival Desa Binaan Bank NTT ini, penghargaan bagi Pemenang terdiri dariJuara 1, 2 dan 3 dalam bentuk Tabungan. Juara 1 akan mendapatkan hadiah sebesar 250 juta rupiah, juara 2 mendapatkan 150 juta rupiah, dan juara 3 mendapat 100 juta rupiah. Penghargaan bagi pemenang Festival Desa Binaan Bank NTT diberikan bantuan pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana menjadi usaha yang mandiri (dalam bentuk CSR).

Diharapkan, dengan adanya Festival Desa Binaan Bank NTT yang diselenggarakan maka semua postensi pariwisata, perikanan, pertanian, peternakan dan industri kreatif rumah tangga dari setiap desa yang diikutsertakan bisa terpromosikan secara baik dan diketahui secara luas, baik secara nasional maupun internasional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau orang sudah tahu potensi wisata di NTT, maka mereka pasti akan datang sebab NTT kaya akan destinasi wisata yang bagus. Selain itu, para pengusaha juga bisa melihat potensi-potensi usaha yang ada di NTT, baik yang berhubungan dengan perikanan, pertanian, peternakan maupun industri kreatif rumah tangga untuk nantinya dikembangkan dan diproduksi dengan lebih luas dan memiliki harga jual yang tinggi,” tutup James Adam. (Yantho Sulabessy Gromang)