ini Hari Flashnews
Home » Polkam » Jonas Salean Siap Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat

Jonas Salean Siap Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat

Jonas Salean Mendengar dan Mencatat Aspirasi Warga Saat Reses di Kelurahan Airnona

Kupang, inihari.co- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Kupang – Jonas Salean, pada Selasa, 23 Maret 2021, melakukan Reses untuk menjaring harapan atau aspirasi masyarakat Kota Kupang, sekaligus mensosialisasikan hasil sidang dewan bersama pemerintah Provinsi NTT yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Reses kali ini dilakukan Jonas Salean di dua lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Airnona, bertempat di RT 07 RW 02 dan Kelurahan Bonipoi, bertempat di RT 11 RW 06.

Reses yang dilakukan di dua lokasi tersebut, semuanya digelar secara terbatas sesuai aturan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku. Jumlah masyarakat yang hadir dibatasi paling banyak 20 orang yang terdiri dari masing-masing ketua RT atau RW serta tokoh masyarakat di kelurahan setempat.

Mengawali resesnya di kelurahan Airnona, kepada masyarakat Jonas salean mengatakan bahwa sangat berterima kasih karena dalam pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu, dirinya mendapat banyak dukungan dari warga kelurahan Airnona. Dirinya pun kemudian melanjutkan dengan memaparkan program pemerintah Provinsi NTT tahun 2021 yang sudah disepakati bersama antara dewan dan pemerintah.

Dikatakan, khusus untuk infrastruktur jalan hotmix, pemerintah provinsi NTT telah bertekad menyelesaikan total 1.900 kilometer hotmix di tahun 2022. Jumlah tersebut sudah termasuk jalan provinsi yang ada di wilayah Kota Kupang yang akan dikerjakan secara bertahap dari tahun 2021 hingga tahun 2022 mendatang. Saat ini yang terlihat adalah pekerjaan pelebaran jalan, tepatnya di jalan Adi Sucipto arah menuju Bandara Eltari Kupang.

Untuk pembangunan trotoar dan drainase. Saat ini pemerintah provinsi NTT sedang membangun di sepanjang jalan Jalan Piet A. Tallo, tepatnya dari arah jembatan Liliba sampai Bandara. Ada juga trotoar dan drainase di sepanjang jalan Timor Raya, dengan total pembangunan tahun ini 10 kilometer, anggaran sebesar 60 miliar rupiah. Trotoar dan drainase di Kota Kupang nantinya akan dibangun hingga total 30 kilometer, dengan desain standar seperti yang dibangun saat ini, yakni drainase langsung dengan trotoar di atasnya.

“Di tahun 2021 ini juga akan ada program penerangan jalan serta program listrik gratis yang diperuntukan bagi 4 ribu kepala keluarga yang kurang mampu (miskin) di 22 wilayah kota dan kabupaten di NTT. Ada program pemberian bibit sapi untuk masyarakat peternak,” ujar Jonas.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk Kota Kupang, akan ada program air bersih lewat pembangunan sumur bor. Ada juga program pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) dengan anggaran sebesar 10 juta per kelompok dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 orang, serta program bantuan perahu motor 3Gt dan perahu Ketinting. Program-program bantuan tersebut dapat dititipkan lewat wakil rakyat di DPRD Provinsi NTT untuk selanjutnya diteruskan ke instansi terkait.

“Tahun ini kita juga dapat bantuan program penataan bibir pantai dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikelola lewat Balai Besar Sungai NTT,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Jonas salean juga menghimbau masyarakat untuk terus mendukung program Gubernur NTT Viktor Laiskodat yakni TJPS atau program Tanam Jagung Panen Sapi demi meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya petani dan peternak di NTT.

Usai sesi sosialisasi, sejumlah warga ikut ambil bagian dalam sesi tanya jawab dan menjaring aspirasi masyarakat. Aspirasi pertama datang dari Abe Johanis. Dirinya mengatakan bahwa dalam membangun jalan, sebaiknya dibentuk seperti punduk kuda untuk mengantisipasi terciptanya genangan air.

“Untuk bantuan ternak seperti sapi atau babi dan ayam, harus juga disertai dengan pakan cadangan selama 4 bulan. Untuk sumur Bor di Kelurahan Airnona, sebaiknya dibangun di kolam Airnona untuk menunjang lokasi wisata tersebut. Kolam Airnona juga harus dibuat Suembak,” katanya.

Terkait pengelolaan dana kelurahan sebesar 350 juta rupiah oleh pihak kecamatan. Abe Johanis meminta Jonas Salean bersama para wakil rakyat di DPRD Provinsi NTT untuk mendorong pemerintah pusat agar dana tersebut segera dialihkan ke pihak kelurahan untuk dikelola sendiri oleh pihak kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM). Sebab menurutnya, pihak kelurahan lebih mengetahui secara pasti kebutuhan yang ada di masing-masing kelurahannya.

Sementara di lokasi reses kelurahan Bonipoi, warga yang antusias dengan penjaringan aspirasi tersebut juga menitipkan harapan mereka agar Jonas Salean bisa terus memperjuangkan hal-hal yang menajadi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan yang urgen agar bisa diprogramkan dan direalisasi oleh pemerintah provinsi NTT.

Menanggapi harapan atau aspirasi masyarakat Airnona dan Bonipoi, Jonas Salean berjanji akan secara sungguh-sungguh memperjuangkan semua aspirasi tersebut, terlebih yang dinilai urgen dan patut menjadi perhatian prioritas pemerintah. “ Saya akan memperjuangkan seluruh aspirasi warga Kota Kupang yang sudah mempercayakan saya menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi NTT. Itu semua sudah menjadi komitmen saya agar masyarakat Kota Kupang menjadi sehat dan sejahtera, seperti yang dulu saya perjuangkan ketika saya masih menjadi Walikota Kupang,” tutupnya.

Di akhir kegiatan pada reses di dua lokasi tersebut, Jonas Salean juga menyempatkan untuk memberi bingkisan sembako bagi warga yang membutuhkan, terlebih yang sangat terdampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. (Yantho Sulabessy Gromang)