ini Hari Flashnews
Home » Kupang Oelamasi » Jaringan Irigasi Dibangun, Petani Manusak Gembira

Jaringan Irigasi Dibangun, Petani Manusak Gembira

PPK Irigasi dan Rawa I Satker PJPA BWS NT II - Ruben Riwu (Baju Putih) Sedang Meninjau Pekerjaan

PPK Irigasi dan Rawa I Satker PJPA BWS NT II – Ruben Riwu (Baju Putih) Sedang Meninjau Pekerjaan

Kupang, inihari.co- Warga petani Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sangat berterimakasih dengan adanya pembangunan jaringan irigasi di wilayah mereka sepanjang 700 meter di sebelah timur dan 1 kilometer di sebelah barat, yang tentunya akan berdampak positif bagi hasil pertanian.

Ama, Warga Petani RT 04, RW 02, Desa Manusak, Kabupaten Kupang - NTT

Ama, Warga Petani RT 04, RW 02, Desa Manusak, Kabupaten Kupang – NTT

Pekerjaan Jaringan Tanah Sepanjang 700 Meter di Desa Manusak

Pekerjaan Jaringan Tanah Sepanjang 700 Meter di Desa Manusak

“Terus terang saya sangat berterimakasih kepada Presiden Jokowi atas program Nawacita-nya. Sebab, selain kami mendapat bendungan Raknamo yang tentu berpotensi menjaga ketersediaan air tanah permukaan, kini air yang dibendung juga akan dibagi melalui jaringan irigasi yang sementara di bangun. Dengan adanya irigasi, semua warga petani yang memiliki lahan di wilayah bawah bendungan, bisa memanfaatkan jaringan tersebut untuk keperluan pertanian mereka,” kata Ama, warga petani dari RT 04, RW 02, Desa Manusak pada Sabtu, (22/12/2018).

Menurut Ama, dengan adanya bendungan Raknamo, kini air permukaan di wilayah mereka semakin terjaga, stok air baku juga akan tercukupi, begitu pun air untuk kepentingan pertanian melalui jaringan irigasi.

Pembangunan Jaringan Irigasi (Gambar #1)

Pembangunan Jaringan Irigasi (Gambar #1)

Pembangunan Jaringan Irigasi (Gambar #2)

Pembangunan Jaringan Irigasi (Gambar #2)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT) II – Ruben Riwu mengatakan, untuk tahun 2018, pihaknya menargetkan pembangunan jaringan irigasi untuk melayani 500-an hektar lahan pertanian masyarakat, dari total 1.232 hektar yang nantinya akan terlayani.

“Secara keseluruhan proyek pembangunan jaringan irigasi ini dilakukan bertahap selama Tiga tahun, yakni sejak tahun 2017 hingga selesai tahun 2019. Sehingga untuk tahun 2018 ini merupakan pekerjaan tahap ke dua, dengan kontrak kerja hingga 28 desember nanti.

Secara keseluruhan, proyek jaringan irigasi yang akan dibangun hingga tahun 2019 sepanjang 6 kilometer. Selain itu, juga dibangun Satu bendungan Kolidoki di bawah Bendungan Raknamo, yang fungsinya selain mengatur air irigasi dari bendungan raknamo, juga untuk mengendalikan banjir dari 3 Kali (Sungai) mati saat musim hujan demi kepentingan irigasi,” terang Ruben.

Pembangunan Bendungan Kolidoki

Pembangunan Bendungan Kolidoki

Ruben Riwu menjelaskan, untuk pekerjaan tahap 2 tahun 2018, pembangunan irigasi masih tersisa sepanjang 1 kilometer di daerah Manusak. Hal itu akibat terkendala masalah sosial, yakni ada warga yang awalnya sepakat lahannya dilewati jaringan irigasi, namun menolak ketika pembangunan dilakukan. “Namun masalah tersebut sudah diselesaikan, sehingga kami optimis semua pekerjaan juga bisa selesai tepat waktu. Apalagi untuk pekerjaan yang tersisa tersebut hanya berupa penggalian saluran tanah,” katanya.

Bendungan Raknamo Masih Terus Dilakukan Pengisian Hingga Maksimal

Bendungan Raknamo Masih Terus Dilakukan Pengisian Hingga Maksimal

Ruben Riwu mengaku, walaupun jaringan irigasi untuk beberapa lokasi di Desa Raknamo dan Manusak telah dibangun, namun para petani belum bisa memanfaatkan jaringan tersebut. Hal itu dikarenakan pekerjaan jaringan irigasi dan pembangunan bendungan Kolidoki masih akan berlanjut hingga tahun 2019. Selain itu, pengisian air di Bendungan Raknamo juga masih dilakukan hingga mencapai volume maksimal, sehingga diperkirakan jaringan irigasi baru bisa optimal digunakan pada tahun 2020.

“Untuk pekerjaan tahun 2018, anggaran yang digunakan sebesar 30 miliar rupiah yang bersumber dari APBN. Dan untuk tahun 2019, anggaran yang kini ditenderkan sebesar 40 miliar rupiah, dengan target output pembangunan irigasi sepanjang 3 Kilometer disertai pembangunan lanjutan bendungan Kolidoki,” tutupnya. (Yantho)