ini Hari Flashnews
Home » Kupang Oelamasi » Berinvestasi di Pariti Harus Resmi dan Berdampak Positif Bagi Masyarakat

Berinvestasi di Pariti Harus Resmi dan Berdampak Positif Bagi Masyarakat

Kepala Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang - Yeremias Pelokila.

Kepala Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang – Yeremias Pelokila.

Sulamu, inihari.co- Desa Pariti, Kecamatan Sulamu merupakan salah satu desa di Kabupaten Kupang yang lokasinya cukup sulit dijangkau oleh pembangunan daerah karena jauh dari pusat kota. Untuk itu, demi membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah desa setempat terus berupaya memaksimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.

Kepala Desa Pariti dua periode – Yeremias Pelokila mengaku, untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama dalam hal mencari lapangan pekerjaan bagi warga yang nganggur, pihaknya terus menjalin berbagai kerjasama dengan para investor yang melakukan aktivitas usaha di lingkungan desa Pariti.

”Pada intinya kami selalu menerima dengan baik siapa pun investor atau perusahaan yang ingin berinvestasi di desa kami. Namun semuanya tentu harus memiliki kelayakan usaha, yakni memenuhi seluruh syarat yang sesuai ditentukan oleh aturan dan perundang-undangan negara.

Jika investor telah berizin resmi, maka mereka akan kami minta untuk melakukan perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan, yakni kami berikan jaminan kenyamanan kerja dalam mencari keuntungan di desa kami, dan perusahaan kami wajibkan untuk membawa dampak positif dalam pemenuhan unsur-unsur kepentingan masyarakat,” kata Pelokila, Rabu (14/11/2018).

Menurut Pelokila, salah satu perjanjian yang menguntungkan masyarakat adalah semua perusahaan yang berinvestasi diwajibkan untuk merekrut tenaga kerja yang berasal dari warga lokal. Akan tetapi pemerintah desa juga memberi kewenangan kepada investor untuk merekrut berdasarkan sumber daya manusia dan sesuai kebutuhan perusahaan.

Yeremias Pelokila mengatakan, saat ini sudah ada beberapa investor yang berinvestasi di Pariti, baik itu dalam bentuk Galian tipe C maupun Tambak Garam. Sudah ada pengusaha yang membangun AMP di desa Pariti. Hasilnya, keberadaan para investor telah banyak membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan desa, baik itu berupa sumbangan tunai, barang, dan pekerjaan.

“Dengan ada investor yang mengelola galian C, normalisasi kali atau sungai sudah bisa dilakukan. Sampah maupun material yang ada di tengah-tengah kali yang kering, ketika musim panas sudah dapat dikeruk. Hasilnya, ketika banjir saat musim hujan, air kali tidak lagi meluap.

Begitu pun dengan tambak garam. Dengan adanya tambak tersebut, sedikitnya sudah 30-an warga lokal yang direkrut sebagai pekerja. Jumlah itu akan terus bertambah karena seiring dengan dioptimalkannya lahan tambak oleh investor,” terangnya. (Berita Terkait: Izin Usaha Milik Investor Yang Tak Pernah Beroperasi Sebaiknya Dicabut)

Pelokila melanjutkan, dengan adanya aktivitas-aktivitas investor, telah membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Pariti. Sebagian besar pemuda yang biasanya nganggur, kini sudah bisa menghasilkan uang lewat bekerja. Hasilnya, kenakalan-kenakalan yang biasa terjadi juga ikut menurun.

Keberadaan investor selama ini juga dinilai Pelokila telah membantu masyarakat dalam merayakan sejumlah kegiatan pada perayaan-perayaan hari besar. Investor sering membantu mendanai kegiatan perayaan 17 Agustus serta Natal dan Tahun Baru masyarakat Pariti. Investor juga sering terlibat dalam pembangunan sejumlah rumah ibadah Gereja di Pariti.

Pelokila berharap, semua perjanjian kerjasama yang selama ini dibangun antara pemerintah desa dengan para investor dapat terus berjalan, selama kedua belah pihak mendapatkan keuntungan masing-masing.

Ia juga menegaskan, jika terpilih kembali menjadi Kelapa Desa Pariti untuk periode yang ke tiga nanti, dirinya akan tetap berkomitmen untuk hanya menerima investor yang legal untuk masuk ke Pariti dan tentunya wajib memberi dampak positif bagi masyarakat. “Saya juga akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap semua investor, agar seluruh aktivitas tetap tidak boleh membawa dampak buruk bagi sumber daya alam di Pariti, dan harus terus berjalan sesuai perjanjian kerjasama yang disepakati,” tutupnya. (Yantho)