Festival Multietnis di Pantai Kopan Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Festival Pecinan Event Budaya Multietnis Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK) tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Kota Tua Kupang. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Pantai Kopan dengan mengusung tema “Merajut Budaya dalam Harmoni”.

Ketua Panitia Antoni Niti Susanto mengatakan festival diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif. Aktivitas budaya dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi kawasan Kota Tua.

Menurut Antoni, pengembangan kegiatan budaya di kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan potensi pariwisata. Festival dapat mempertemukan seni, sejarah, kuliner, kreativitas, dan aktivitas perdagangan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., saat membuka festival di Pantai Kopan, Jumat (04/09/2026), mendorong agar kawasan Kota Tua terus dikembangkan sebagai ruang yang menghubungkan sejarah, budaya, pariwisata, dan kegiatan ekonomi warga.

Menurut Jeffry, kawasan bersejarah tidak semestinya hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut dapat menjadi ruang produktif yang mendukung kegiatan masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya.

Pantai Kopan dipilih karena Kelurahan LLBK memiliki sejarah panjang sebagai ruang perjumpaan berbagai komunitas. Masyarakat Helong, Portugis, Belanda, komunitas Tionghoa, dan Arab merupakan bagian dari perjalanan sejarah kawasan tersebut yang kemudian membentuk keberagaman budaya Kota Kupang.

Festival menjadi salah satu cara mengemas kekayaan sejarah dan keberagaman itu menjadi atraksi yang dapat dinikmati masyarakat maupun pengunjung. Berbagai pertunjukan disiapkan, mulai dari karnaval budaya multietnis, Natoni, Barongsai, tari tradisional, hingga konser musik.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui lomba busana tingkat TK, pentas seni anak-anak, pembacaan puisi, serta tari Tobe bersama. Kehadiran pengunjung selama festival diharapkan turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar kawasan.

Jeffry mengatakan keberagaman budaya merupakan modal sosial yang dapat mendukung pembangunan Kota Kupang. Karena itu, kegiatan budaya perlu dirawat dan dikembangkan dengan tetap memperhatikan kenyamanan kawasan, termasuk kebersihan lingkungan, agar kawasan Kota Tua semakin menarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Festival tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi lokal. Dengan menjadikan kawasan bersejarah sebagai ruang wisata dan aktivitas ekonomi, Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat LLBK berharap Pantai Kopan serta kawasan Kota Tua dapat semakin dikenal, dikunjungi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *