Festival Budaya Nunhila Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM Lokal

Kupang, inihari.co- Festival Budaya Kelurahan Nunhila 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan pelestarian tradisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk membuka ruang ekonomi bagi masyarakat setempat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat kesempatan memasarkan produk mereka kepada pengunjung festival.

Festival yang berlangsung di kawasan wisata Batu Kepala Beach, Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, digelar selama tiga hari, 7-9 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Warisan Budaya, Merangkul Masa Depan”.

Salah satu upaya mendorong aktivitas ekonomi dalam festival itu dilakukan melalui penyediaan mini expo bagi UMKM lokal. Warga dapat memperkenalkan sekaligus menjual berbagai produk kepada masyarakat yang hadir selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Nunhila 2026 Daud Padja mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dirancang untuk memperkenalkan adat dan budaya lokal kepada generasi muda. Pada saat yang sama, festival juga diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Pemilihan Batu Kepala Beach sebagai lokasi kegiatan turut membuka peluang bagi sektor pariwisata dan usaha warga. Kehadiran pengunjung dalam festival dapat mendorong aktivitas perdagangan, kuliner, dan jasa di sekitar kawasan wisata.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang Yanuar Dally, S.H., M.Si., yang mewakili Wali Kota Kupang, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan festival. Menurut dia, kegiatan budaya perlu dikembangkan agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat.

Festival tersebut dibuka pada Senin (07/09/2026) dengan sosialisasi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa/Kelurahan oleh Kementerian Hukum. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni budaya dari anak-anak PAUD dan sekolah dasar di wilayah Nunhila.

Menurut Yanuar, pengembangan budaya juga berkaitan dengan keberlanjutan potensi masyarakat. Keterampilan seperti menenun, tarian, nyanyian daerah, dan tradisi lokal perlu diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup sekaligus dapat dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Keberagaman masyarakat Nunhila juga menjadi bagian dari potensi sosial yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan pariwisata. Yanuar menilai keberagaman di Kota Kupang merupakan kekuatan yang dapat mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan bersama.

Melalui festival tersebut, tradisi lokal, kawasan wisata, dan aktivitas UMKM dipertemukan dalam satu ruang. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan pola kegiatan serupa sehingga pelestarian budaya sekaligus membuka akses pasar bagi produk lokal dan memperkuat aktivitas ekonomi warga. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait