Kupang, inihari.co- Pemerintah Kota Kupang menegaskan pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mengurangi kemiskinan. Bantuan sosial dinilai perlu diikuti dengan penguatan kapasitas masyarakat agar warga memiliki kemampuan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan sekaligus peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (09/07/2026). Dalam kegiatan itu, Christian didampingi Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.
Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang menyasar pemberdayaan sosial masyarakat di sekitar kawasan SPPG Kota Kupang. Program ini mengoptimalkan keterlibatan Karang Taruna dan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Menurut dia, kolaborasi dapat dibangun melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd. juga mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran. Ia menilai kerja sama antarpihak perlu diperkuat agar program yang dijalankan menghasilkan tindakan nyata di lapangan.
Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Ir. Yohanes Oktovianus, M.M., yang membacakan sambutan Penjabat Gubernur NTT, menyebut jumlah penduduk miskin di NTT masih sekitar 1,03 juta jiwa. Pemerintah provinsi terus mengupayakan pengurangan kemiskinan melalui perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, peningkatan produktivitas ekonomi, serta pembangunan infrastruktur dasar.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc. mengatakan pemerintah pusat mendorong penanganan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan yang bersifat permanen. Pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi menjadi sejumlah sektor yang dinilai penting dalam upaya tersebut.
Rakor tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, pimpinan Undana, perangkat daerah, kader Karang Taruna, perwakilan SPPG, serta mahasiswa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
Setelah kegiatan, Christian bersama Serena meninjau sejumlah stan yang menampilkan hasil karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah produk sabun cuci yang memanfaatkan limbah di sekitar kawasan SPPG sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular.
Christian mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Pemerintah Kota Kupang, lanjut dia, siap mendukung keberlanjutan Program Garuda melalui koordinasi dengan Karang Taruna, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemberdayaan pemuda dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Yantho Sulabessy Gromang)
