Setahun Saboak, Perputaran Ekonomi Capai Rp6,3 Miliar

Kupang, inihari.co- Sunday Market Buat Orang Kupang atau Saboak memasuki usia satu tahun. Pemerintah Kota Kupang memperingati momentum tersebut di Taman Nostalgia, Minggu (21/06/2026), sekaligus menandai perkembangan Saboak sebagai ruang ekonomi dan kreativitas masyarakat.

Dalam satu tahun penyelenggaraannya, aktivitas ekonomi di Saboak disebut telah menghasilkan perputaran uang sekitar Rp6,3 miliar. Nilai transaksi rata-rata mencapai Rp80 juta setiap pekan. Pemerintah Kota Kupang juga menyatakan tidak menarik retribusi dari lapak-lapak yang tersedia sehingga aktivitas ekonomi tersebut sepenuhnya berlangsung untuk masyarakat.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan keberlangsungan Saboak merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah, sponsor, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat yang ikut menjaga kegiatan tersebut tetap berjalan.

Menurut Christian, gagasan menghadirkan Saboak berawal dari pembicaraan bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis. Tujuannya, kata dia, bukan hanya mengaktifkan Taman Nostalgia sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadikannya ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berusaha, berkegiatan, dan berinteraksi.

Christian mengatakan keterbatasan anggaran ketika dirinya dan Serena mulai memimpin pada Februari 2025 tidak menjadi alasan untuk menghentikan inovasi. Pemerintah memilih melakukan efisiensi dan membangun kemitraan dengan sejumlah pihak, termasuk Bank Mandiri, Taspen, dan sponsor lainnya untuk mendukung pelaksanaan Saboak.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa program tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, tetapi pada kekuatan kolaborasi,” ujar Christian. Ia mengatakan keraguan yang muncul ketika Saboak pertama kali digagas perlahan terjawab melalui meningkatnya partisipasi masyarakat dan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.

Pemerintah Kota Kupang kini mengkaji pengembangan Saboak dengan menambah hari pelaksanaan menjadi Jumat, Sabtu, dan Minggu. Rencana lainnya mencakup penambahan lapak, penguatan pengamanan melalui personel Satpol PP, pembangunan pos, serta peningkatan penerangan dan fasilitas pendukung di kawasan Taman Nostalgia.

Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis mengatakan perjalanan Saboak selama setahun tidak terlepas dari berbagai kendala, termasuk kondisi cuaca saat musim hujan. Pemerintah, kata dia, terus mencari solusi agar pelaku UMKM tetap dapat berjualan, termasuk melalui rencana pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran produk.

Selain pengembangan kegiatan ekonomi, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM memperhatikan perlindungan hukum atas produk dan merek mereka. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo mengatakan pendaftaran merek penting untuk memberikan kepastian hukum, melindungi identitas usaha, serta meningkatkan nilai ekonomi produk.

Perayaan satu tahun Saboak dihadiri antara lain Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Kupang Peter Laurensius Samosir, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar, jajaran pemerintah daerah, camat dan lurah, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat. Christian mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan dan fasilitas Saboak karena keberlanjutan ruang ekonomi tersebut bergantung pada rasa memiliki bersama. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait