Reses di Naimata, Dance Bistolen Dorong Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Gaji Guru

Kupang, inihari.co- Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Partai Gerindra, Dance Bistolen, S.Pd., memastikan akan mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan warga Kelurahan Naimata saat kegiatan reses, Selasa (04/08/2026). Usulan masyarakat didominasi persoalan infrastruktur dasar, pengendalian banjir, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga pelayanan air bersih.

Di RT 14 Kelurahan Naimata, warga meminta pemerintah membangun jalan lapen agar akses lingkungan menjadi lebih layak. Selama ini, kondisi jalan dinilai menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama ketika musim hujan.

Menanggapi permintaan tersebut, Dance mengatakan pembangunan jalan lingkungan merupakan kebutuhan yang harus diperjuangkan. Ia berkomitmen menyampaikan usulan itu kepada pemerintah daerah agar dapat dimasukkan dalam skala prioritas pembangunan.

Aspirasi serupa juga muncul dari warga RT 08 RW 03 Kelurahan Naimata yang mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Mereka berharap pemerintah segera memasang lampu jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.

Dance menegaskan akan mengawal usulan itu melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Menurut dia, keberadaan lampu jalan tidak hanya mendukung aktivitas warga, tetapi juga menjadi langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain itu, warga meminta penanganan terhadap abrasi di bantaran kali yang terus mengalami longsor akibat tingginya debit air hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah saat musim penghujan karena berpotensi menyebabkan genangan hingga mengancam rumah-rumah di sekitarnya.

Dance menyatakan persoalan itu harus segera diantisipasi. Ia berjanji mendorong pemerintah melakukan penanganan permanen agar risiko banjir dan longsor tidak semakin membahayakan keselamatan warga.

Dalam dialog reses, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai 26 guru di sekolah autis di Naimata yang disebut belum menerima gaji selama kurang lebih tiga bulan. Dance menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak para pendidik yang menjalankan tugas pelayanan pendidikan.

Tak hanya itu, warga kembali mempertanyakan realisasi jaringan PDAM Kota Kupang yang hingga kini belum menjangkau lingkungan mereka. Padahal, jaringan pipa telah tersedia dan warga telah menandatangani dokumen pengajuan pemasangan meter baru sejak 2024.

Dance mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, yang berjanji menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan. Ia menegaskan akan terus mengawal seluruh aspirasi tersebut hingga memperoleh tindak lanjut nyata dari pemerintah. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait