Kupang, inihari.co- Anggota DPRD Kota Kupang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Alak, Yafet Yeferson Horo, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses tahap III Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di dua titik di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan berlangsung di wilayah RT 1 RW 7 dan RT 29 RW 7.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah kebutuhan dasar menjadi perhatian utama masyarakat. Salah satu aspirasi yang paling mendesak adalah permintaan bantuan 15 ret tanah putih untuk memperbaiki jalan gang yang mengalami kerusakan. Warga menyatakan pekerjaan tersebut akan dilakukan secara bergotong royong apabila material tersedia.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga meminta adanya bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurut warga, dukungan pendidikan sangat dibutuhkan agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi meski menghadapi keterbatasan ekonomi.
Keluhan lainnya berkaitan dengan fasilitas umum, yakni lampu penerangan jalan yang padam di beberapa titik serta kebutuhan akan penambahan kontainer sampah. Warga berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih.
Persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius dalam reses tersebut. Warga mengaku hingga kini belum menikmati layanan perpipaan dari PDAM, meskipun di kawasan atas terdapat Reservoir BLUD SPAM Kali Dendeng. Mereka berharap jaringan distribusi dapat diperluas hingga menjangkau permukiman yang berada di bagian bawah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yafet Yeferson Horo menyatakan seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan sesuai kewenangannya. Ia juga memberikan penjelasan satu per satu terhadap setiap persoalan yang disampaikan warga agar mereka memahami mekanisme tindak lanjut yang akan dilakukan.
Khusus untuk perbaikan jalan lingkungan, Yafet menyatakan akan memberikan bantuan pribadi berupa 15 ret tanah putih sesuai kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan akses jalan melalui kerja bakti warga tanpa harus menunggu proses penganggaran pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Yafet juga mengingatkan para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) agar tidak terlibat dalam praktik judi online. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial yang diterima merupakan berkat yang harus dimanfaatkan secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, apabila rekening penerima bantuan terindikasi digunakan atau terhubung dengan aktivitas judi online, terdapat risiko bantuan tersebut dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memberikan edukasi, Yafet mendorong masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial, untuk lebih kreatif dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia juga menyampaikan komitmennya memfasilitasi pelatihan satpam (security) secara gratis bagi sejumlah pemuda di Kecamatan Alak sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja. (Yantho Sulabessy Gromang)
