Legalitas Jadi Fondasi, Fransisco Bernando Bessi Tancap Gas Bawa Taekwondo NTT Menuju PON 2028

Pengacara Handal Kota Kupang, Fransisco Bernando Bessi, S.H., M.H.

Kupang, inihari.co- Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk membenahi fondasi organisasi sebelum melangkah lebih jauh ke agenda prestasi, khususnya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Langkah awal yang ditempuh adalah memastikan legalitas kepengurusan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov).

Ketua Pengprov TI NTT, Fransisco Bernando Bessi, menyampaikan bahwa Musprov menjadi pintu masuk utama untuk menata organisasi secara sah dan profesional. Menurutnya, pembenahan struktur kepengurusan merupakan prasyarat mutlak sebelum menyiapkan atlet-atlet yang akan diproyeksikan tampil di PON.

Fransisco menegaskan bahwa taekwondo merupakan cabang olahraga Olimpiade yang telah aktif dan berkembang di Kota Kupang. Karena itu, ia menilai sudah saatnya Taekwondo NTT mengambil langkah besar dan terukur dengan memulai dari aspek legalitas organisasi.

Ia menjelaskan, fokus utama pengurus saat ini adalah memastikan kepengurusan yang sah agar dapat bekerja secara maksimal dan bertanggung jawab. Legalitas tersebut dinilai penting untuk membuka ruang kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga.

“Sebagai cabang Olimpiade, taekwondo harus dikelola dengan tata kelola yang benar. Dengan kepengurusan yang sah, kami bisa bersinergi dengan Dispora Provinsi NTT dan KONI NTT untuk menyiapkan program besar ke depan,” ujar Fransisco.

Ia menambahkan, percepatan pelaksanaan Musprov dilakukan karena masa jabatan kepengurusan saat ini akan berakhir pada 2026. Dengan Musprov yang lebih awal, kepengurusan baru dapat segera bekerja dan membantu pemerintah menyiapkan agenda pembinaan olahraga secara lebih matang.

Menurut Fransisco, kepengurusan yang legal dan solid akan berdampak langsung pada banyak aspek, mulai dari perencanaan program, penyerapan anggaran, hingga pembinaan atlet dan pelatih secara berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas organisasi. Konflik internal atau kepengurusan yang tidak sah, kata dia, hanya akan merugikan atlet dan menghambat kepercayaan publik, termasuk para orang tua yang telah mempercayakan pembinaan anak-anaknya kepada taekwondo.

Fransisco berharap perhatian dan dukungan penuh dari Dispora NTT dan KONI NTT terhadap proses penataan organisasi ini. Dukungan tersebut dinilai krusial agar program pembinaan prestasi dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.

Ia menekankan bahwa menyongsong PON 2028 tidak cukup hanya berorientasi pada target medali. Keberhasilan juga harus diukur dari tertib administrasi, profesionalisme pengelolaan, serta kualitas penyelenggaraan.

“Jika pengurusnya benar dan kolaborasi dengan pemerintah serta KONI berjalan baik, maka semua akan bergerak searah. Prestasi akan mengikuti,” tegasnya.

Lebih jauh, Fransisco menyatakan tekad pribadinya untuk mendorong kemajuan taekwondo di NTT. Ia ingin memastikan bahwa Taekwondo tidak hanya berkembang secara organisasi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah.

Dengan fondasi legalitas yang kuat, ia optimistis Taekwondo NTT dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan mimpi besar daerah, yakni tampil kompetitif dan membawa NTT meraih hasil terbaik pada PON 2028, sekaligus menegaskan satu tujuan: Taekwondo maju, dan NTT menang. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait