Kupang, inihari.co- Reses Randi Daud, anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Golkar, berhasil menjaring sejumlah aspirasi warga Kelurahan Fontein. Kegiatan ini berlangsung dalam masa reses tahap II masa sidang 2025/2026 dan menjadi wadah penyampaian langsung persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Reses dilaksanakan di wilayah RT 19 RW 07, Kelurahan Fontein. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kebutuhan dasar yang selama ini belum tertangani secara optimal oleh pemerintah daerah.
Persoalan air bersih kembali menjadi keluhan utama. Warga menyampaikan bahwa di wilayah Fontein, tepatnya di belakang Cempaka, telah terpasang saluran perpipaan milik PDAM Kota Kupang, namun hingga kini tidak pernah dialiri air bersih.
Kondisi tersebut dinilai ironis, mengingat infrastruktur sudah tersedia tetapi tidak memberikan manfaat nyata. Warga menegaskan kebutuhan air bersih sangat mendesak untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Selain air bersih, warga juga meminta pengadaan lampu penerangan jalan di sejumlah titik. Minimnya penerangan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu rasa aman masyarakat pada malam hari.
Keluhan lain disampaikan Fransiska Therik terkait Program Keluarga Harapan (PKH). Ia meminta adanya pendampingan dan bantuan agar warga yang benar-benar berhak dapat terdata dan menerima manfaat program bantuan sosial tersebut.
Menurutnya, masih terdapat warga kurang mampu yang belum tersentuh PKH meskipun memenuhi kriteria. Kondisi ini menimbulkan kecemburuan sosial dan ketidakadilan di tingkat lingkungan.
Sementara itu, Nina menyoroti pipa PDAM yang bocor namun tak kunjung diperbaiki. Kebocoran tersebut, kata dia, telah berlangsung lama dan berdampak pada pemborosan air serta kerusakan lingkungan sekitar.
Nina juga mengungkap persoalan longsor yang terjadi sejak tahun 2021. Ia menyebut BPBD Kota Kupang hanya melakukan pendataan tanpa ada tindak lanjut nyata hingga saat ini.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Randi Daud menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh keluhan warga. Ia memastikan aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD serta koordinasi dengan instansi terkait agar menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat Fontein. (Yantho Sulabessy Gromang)
