Kupang, inihari.co- Randi Daud, wakil rakyat Partai Golkar yang duduk di DPRD Kota Kupang, terus menjaring aspirasi warga dalam masa reses tahap II masa sidang 2025/2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara legislator dan konstituen untuk merumuskan kebutuhan paling mendesak di tingkat lingkungan.
Reses kali ini berlangsung di Kelurahan Bakunase II, tepatnya wilayah RT 13 RW 04. Sejumlah persoalan dasar mencuat, menandai ketimpangan layanan publik yang masih dirasakan warga, terutama terkait air bersih, drainase, dan keselamatan lingkungan.
Persoalan air bersih menjadi sorotan utama. Warga meminta layanan distribusi yang lebih andal, mengingat genangan air kerap terjadi setiap musim hujan. Mereka menilai kondisi ini memperparah risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan.
Selain distribusi air, warga juga mengusulkan pembangunan lubang peresapan di titik-titik rawan genangan. Langkah ini dipandang sebagai solusi preventif untuk mengurangi limpasan air hujan sekaligus menjaga kualitas permukiman.
Musa None, salah satu warga, menekankan kebutuhan penerangan jalan umum di sejumlah titik yang masih gelap pada malam hari. Menurutnya, minimnya lampu jalan meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi rasa aman warga.
Ia juga mengusulkan pengendalian longsor melalui pembangunan tembok penahan di sepadan kali. Infrastruktur ini dinilai krusial mengingat kontur wilayah yang rawan pergerakan tanah saat intensitas hujan meningkat.
Keluhan lain datang dari Paulina Tedju. Ia menyampaikan adanya sambungan perpipaan di lingkungan mereka, namun air tidak pernah mengalir. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan atas efektivitas jaringan yang telah dibangun.
Paulina turut meminta perhatian pada pembangunan lubang peresapan sebagai bagian dari penanganan genangan yang berulang. Ia berharap solusi yang diambil bersifat menyeluruh, bukan parsial.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Randi Daud menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan warga. Ia menegaskan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan instrumen penyusunan prioritas kebijakan.
Randi menambahkan, seluruh aspirasi akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Ia berharap, hasil reses ini berujung pada perbaikan nyata yang dirasakan langsung oleh warga Bakunase II. (Yantho Sulabessy Gromang)
