Reses di Belo, Jemari Yoseph Dogon Didesak Perjuangkan Infrastruktur Jalan Pinggiran Kota

Kupang, inihari.co- Ketua RT 25, Vitalis, bersama Ketua RT 27, Paulus, menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Kupang, Yoseph Jemari Dogon, yang dinilai konsisten menjalankan peran sebagai wakil rakyat secara bertanggung jawab. Mereka menegaskan bahwa Jemari kerap hadir, mendengar, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat lingkungan.

Hal itu disampaikan saat pelaksanaan reses dari Anggota DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon di wilayah RT 25 RW 09, Kelurahan Belo pada Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan pembangunan yang selama ini dirasakan di wilayah pinggiran kota.

Dalam dialog bersama warga, para ketua RT menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang telah dibangun menggunakan lapisan hotmix dengan biaya besar. Mereka meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera membangun bahu jalan sebagai penopang agar kualitas jalan tetap terjaga.

Permintaan tersebut dinilai mendesak karena jalan yang ada saat ini dilalui banyak kendaraan berat, termasuk truk. Tanpa bahu jalan yang memadai, lapisan hotmix berisiko cepat rusak sehingga merugikan masyarakat dan mengulang pemborosan anggaran pembangunan.

Warga juga menegaskan bahwa pembangunan jalan dari cabang depan hingga ke dalam lingkungan permukiman merupakan hasil perjuangan panjang. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan ketahanan infrastruktur jalan tersebut.

Selain persoalan teknis jalan, warga Kelurahan Belo meminta agar pembangunan infrastruktur tidak terfokus di pusat kota semata. Mereka menuntut adanya keberpihakan nyata terhadap kelurahan-kelurahan pinggiran kota yang selama ini masih tertinggal dalam hal akses dan fasilitas dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Jemari Yoseph Dogon menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh masukan warga melalui jalur resmi di DPRD. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Belo akan menjadi bagian dari agenda pengawasan dan penganggaran yang akan dikawal secara serius.

Menurut Jemari, infrastruktur di Kelurahan Belo harus diperhatikan hingga ke batas kota. Ia menilai hal ini krusial karena banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi di pasar, sehingga kondisi jalan yang baik sangat menentukan kelancaran mobilisasi hasil pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait