Pembangunan Ruas Kilobesa–Oof Dongkrak Akses Pedalaman TTS

TTS, inihari.co- Pekerjaan pelebaran jalan menuju standar ruas Kilobesa–Oof di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini memasuki tahap krusial. Proyek yang berada dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ini mulai dikerjakan sejak penandatanganan kontrak pada 7 November 2025, dan ditargetkan rampung pada akhir Desember mendatang.

Paket pekerjaan senilai Rp 24,18 miliar dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur. Pembangunan berlokasi di Kecamatan Kuat Nana, menjadi salah satu peningkatan infrastruktur jalan strategis yang diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah pedalaman.

Ruas yang dikerjakan memiliki panjang total 6 kilometer, dimulai dari Desa Eno Neontes sebagai titik nol hingga batas Desa Oof. Pekerjaan dilakukan secara bertahap, mengikuti karakteristik kontur kawasan yang berbukit dan rawan erosi.

Konstruksi jalan menggunakan lapisan hotmix, dipadukan dengan rabat beton pada bahu jalan untuk memperkokoh struktur agar tahan terhadap beban kendaraan dan perubahan cuaca.

Selain itu, dibangun pula drainase guna memastikan aliran air hujan tidak merusak badan jalan, serta tembok penahan tanah untuk mengantisipasi longsor pada titik-titik rawan. Seluruh item ini dirancang untuk memastikan umur layanan jalan lebih panjang dan minim perawatan.

Hingga awal Desember, pengaspalan telah mencapai sekitar 600 meter. Secara keseluruhan, progres fisik proyek tercatat berada di angka 40 persen, menandakan pekerjaan berjalan sesuai rencana meski kondisi lapangan menantang.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Nanda Karya Putra Pratama, perusahaan konstruksi yang kerap menangani proyek-proyek skala nasional. Kehadirannya diharapkan mampu menjamin mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah.

Masyarakat di Desa Eno Neontes menyambut pembangunan ini dengan antusias. Setelah puluhan tahun hidup dalam kondisi terisolasi akibat akses jalan yang sempit dan rusak, kini mereka mulai melihat harapan baru terhadap konektivitas wilayah.

Salah satu warga, Abinus Faot, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jalan tersebut. Ia menilai kehadiran jalan yang lebih lebar dan layak menjadi awal perubahan besar bagi kehidupan warga setempat.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Yeskial Abanat. Ia berharap jalan yang bagus dapat memperlancar mobilisasi hasil pertanian, sehingga pendapatan keluarga dapat meningkat. Menurutnya, selama ini biaya angkut yang mahal menjadi kendala utama ekonomi masyarakat.

Dari sisi pengawasan, Epy, konsultan supervisi dari PT Gunung Giri Engineering Consultant KSO, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas. Setiap tahap pengerjaan dipastikan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.

Menurut Epy, rekam jejak PT Nanda Karya Putra Pratama sebagai kontraktor bonafide turut memberi keyakinan bahwa hasil pekerjaan akan bermutu tinggi. “Sejauh ini seluruh proses dilakukan dengan rapi dan terukur,” ujarnya, Sabtu (06/12/2025).

Dengan berjalannya pembangunan ini, masyarakat setempat menaruh harapan bahwa aksesibilitas yang semakin mudah dapat menggerakkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial di wilayah pedalaman. Ruas Kilobesa–Oof pun diharapkan menjadi jalur strategis baru yang membuka peluang bagi kemajuan Kabupaten TTS. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait