Komisi III DPRD Apresiasi Progres Jalan Taebenu, Minta Pengawasan Tetap Ketat

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku, SE., MM.

Kupang, inihari.co- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku, SE., MM., memberikan tanggapan atas perkembangan proyek rekonstruksi Jalan Taebenu di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, yang kini mencapai 85 persen.

Ia mengapresiasi upaya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang dalam mempercepat penanganan ruas yang sebelumnya rusak berat akibat longsor dan patahan tanah.

Menurut Rosalinda, penanganan pada ruas tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak sejak kerusakannya semakin parah. Ia menyebut masyarakat sangat bergantung pada akses Jalan Taebenu karena menghubungkan Oebufu dengan berbagai kawasan di Kota Kupang.

“Ruas ini vital. Ketika rusak parah hingga kendaraan tidak bisa lewat, aktivitas warga lumpuh total,” ujarnya, Jumat (05/12/2025).

Ia menilai penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 13,26 miliar untuk pengerjaan rekonstruksi tersebut merupakan langkah tepat, mengingat tingkat kerusakan yang ditimbulkan longsor membutuhkan penanganan struktural. Menurutnya, investasi fiskal yang besar pada ruas tersebut sebanding dengan manfaat jangka panjang untuk aksesibilitas warga.

Rosalinda juga mengapresiasi desain teknis yang melibatkan pemasangan 127 tiang pancang dengan kedalaman 5–21 meter, pembangunan bore pile, bronjong, tanggul, serta dinding penahan tanah sepanjang 70 meter.

“Ini menunjukkan pendekatan yang serius dan ilmiah. Struktur ini diperlukan karena kondisi tanah di sana labil,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat pada seluruh sisa pekerjaan. Rosalinda meminta PUPR bersama konsultan pengawas memastikan mutu material, ketebalan aspal, fungsi drainase, dan daya dukung tiang pancang benar-benar memenuhi spesifikasi.

Rosalinda memberikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana, CV Panca Konstruksi, yang dinilainya mampu menjaga progres pekerjaan dengan kualitas yang konsisten. Ia berharap kontraktor menjaga ritme kerja sehingga target penyelesaian pada akhir Desember 2025 dapat tercapai tanpa mengabaikan kualitas.

Ia berharap rekonstruksi Jalan Taebenu menjadi model penanganan permanen bagi titik-titik rawan longsor lain di Kota Kupang.

“Kalau dikerjakan dengan benar, ini bisa menjadi contoh bahwa pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi jangka panjang, bukan tambal-sulam,” tegas Rosalinda. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait